Maafkan Aku, Istriku

Ajo Gaara
Karya Ajo Gaara Kategori Puisi
dipublikasikan 06 Maret 2016
Maafkan Aku, Istriku

Bias sesal memang tidak pernah hadir di awal. Saat ia datang menegur, meski lembut tak urung memaksa diri, Introspeksi. Sama, seperti ujud dan rupa, kedatangannya pun tiada bisa pasti. Mungkinkah hitam, atau justru putih?

Bisakah kini, nanti, lima, atau sepuluh bahkan seratus tahun dalam langkah yang sama?

Hahh, ia memang datang menyapaku. Tidak?! Tidak kemarin ataupun lusa, hari ini saat ini detik ini. Tertawa sinis mengejekku, dalam kotak pengap berdinding putih. Memaksa setiap membran dalam tempurung kepala memutar ulang semua peristiwa, memancar dari kedua penglihatan, dan terpampang jelas pada dinding yang putih.

Ahh, kamu tahu bunga cintaku, kala raga berjauhan rasa rindu selalu saja mengungkung, walau tidak pernah kuutarakan, semua makhluk seakan melihat jelas dari raut wajahku. Dan, sangat kusadari duhai bunga cinta, jika raga bersua selalu saja egoku menguasai diri. Aku tidak tahu kenapa selalu iblis yang menyeringai, bukannya malaikat ataupun bidadari yang menari indah seperti yang aku tahu sangat engkau harapkan.

Hahh, entahlah?

Namun yang aku tahu pasti, dia yang menjengukku saat ini seumpama dentang lonceng jam klasik, yang mengusik keegoanku, menyerah kalah di bawah kaki kerinduan.

Hehe, aku tersenyum duhai belahan jiwa. Kau percaya itu? Seperti saat sepasang mata kita saling menyapa tujuh tahun yang lalu.

Hehe, aku benar-benar tersenyum cinta, mengingat semua yang ada di dirimu adalah indah tanpa cela di mataku kala itu.

Duhai kekasih hati yang telah terikat tali disaksikan Ilahi, duhai bunga cinta yang pernah kubenci namun kurindukan bahkan di saat ini, tunggulah kasih.

Tunggulah aku sekarang di sana, kan kuulang lagi dan kuberikan semua rasa yang dulu menggelitik kita, mendebarkan dada, seperti semula di saat hati saling menyentuh.

Duhai bunga cinta, belahan jiwa, lihatlah aku berlari pulang, memelukmu dengan segala keindahan, dan memastikan itu semua bukanlah sesal yang buruk, meski benci sedikit mengusik.

?

---o0o---

Sumber ilustrasi.