Demi Rasa

Ajo Gaara
Karya Ajo Gaara Kategori Puisi
dipublikasikan 05 Agustus 2017
Demi Rasa

Pada rasa yang meluap berhamburan, pada kecongkakan anak manusia bernama insan, yang tiada lagi memandang kaidah agungnya ajaran, leluhur hingga handai tolan... jangan acuhkan, biarkan--biarkan saja lupakan. Lupakan sucinya sabda Junjungan, apatah lagi jeritan kawan bocah ingusan.

Tidakkah engkau mengerti akan perasaan?

Pada rasa yang membuat diri menghalalkan segala tindakan... puaskan angkara yang bersemayam di badan. Keangkuhan tak ubah durjananya setan--atau iblis mungkin yang menipu pandangan. Puaskan, luahkan... curahkan segala hasutan. Kebencian, dan segala keburukan yang tak pernah ada dalam kebaikan.

Tiadakah ngilu rasa pada jerit insan yang memohon ampunan?

Demi rasa yang telah tertanam ditakdirkan. Masih adakah keadilan--konon pula kearifan? Sebegitu murahkah nyawa di badan, hingga tiada kau sungkan melangkahi Tuhan? Tertawa dalam makian, dan dengan tangan-tangan yang kauanggap tersucikan, membakar nyawa tak lagi kauanggap pantangan...

Lihatlah saksi bisu Rumah Tuhan... atas segala apa yang telah kaulakukan.
Tidakkah sadar telah sengaja menentang Tuhan?
Atau memang diri-diri yang ada hanyalah perwujudan setan?



---o0o---


TULISAN INI MERUPAKAN KARYA AJO GAARA, COPASING DIIZINKAN DENGAN MENYERTAKAN URL DI ATAS, ATAU DENGAN TIDAK MENGUBAH/MENGEDIT AMARAN INI.

Ajo Gaara, Jakarta 05 Agustus 2017
Sumber Ilustrasi

  • view 149