Kafir Kau, Kau yang Kafir!

Ajo Gaara
Karya Ajo Gaara Kategori Agama
dipublikasikan 18 April 2016
Kafir Kau, Kau yang Kafir!

Hmm, benar sih, Allah Azza wa Jalla dalam Al-Qur'an telah menggaris bawahi, jika: Jangan menjadikan orang kafir sebagai pemimpin... dst, dst.

Tapi, tidakkah diri menyadari, bahwasannya Al-Qur'an itu "The Book of Sign"?
Yang artinya, tidak saja segala yang tersurat kudu dipahami dipelajari dipraktekkan, tetapi juga yang tersirat.

Hmm, ada ujar-ujar sedari dahulu yang dituturkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya dalam keluarga Islam. Eeh, gak tahu deh, dengan generasi sekarang.

Maaf yak^^, bukan maksud mendiskriminasikan, tapi demi teman seagama biar ngarti logikanya; bagaimana kita bisa saling mengerti bila tidak "buka-bukaan", alias tidak berterus terang?

Dan, maaf lagi. Berbicara tentang agama, sama saja mempelajari biologi (kata guru ane) alias buka-bukaan, telanjang. Jadi, jangan sensi, yo^^.

Ujar-ujar itu; "Makanlah di rumah orang Yahudi, tapi jangan makan di rumah Kristiani. Tidurlah di rumah Kristiani, tapi jangan tidur di rumah Yahudi."

Lhoo, kok bisa begitu? Kenapa? Bisa menyimpulkannya? **Sombong-mode-on-biar-masuk-neraka.

Ini analisanya;
1. Yahudi tidak memakan apa yang tidak kamu (Islam) makan. Sementara Kristiani, memakan apa yang tidak kamu (Islam) makan.
2. Yahudi akan membunuh/menikammu (Islam) dari belakang. Sedang Kristiani tidak akan menikam/membunuhmu (Islam) kala terlelap.
Mungkin, ujar-ujar itu "bertutur" secara garis besar.

Kenapa?

Ane sendiri justru lebih banyak teman non-Islam, tapi asik-asik aja tuh. Datang ke rumah mereka (undangan pernikahan, dsb) justru "dihormati".
"Jo, kamu jangan makan yang ini, ini ada babinya."
"Jo, jangan minum yang ini, ini ada alkoholnya."
dll, dst, dsb.
Kalau dipikir-pikir, ujar-ujar tadi kok agak melenceng, yak? Jangan bilang; "Ahh, itukan bukan firman Tuhan! Ahh, itu gak ada dalam Al-Qur'an!

Balik lagi soal kafir^^.
Tidakkah kita (Islam) tahu, jika Al-Qur'an mengandung unsur 3 hal dalam hitungan waktu/masa?
Kitab Suci yang merupakan salah satu Mukjizat Nabi Muhammad SAW tersebut mengandung unsur; "Masa lalu, Masa sekarang, dan Masa akan datang."
Hingga kini, 70-80% apa-apa yang terkandung di dalam Al-Qur'an telah terbukti kebenarannya. Mulai dari peristiwa Big Bang, siklus air, perubahan cuaca, hingga ke hal tersulit yakni awal terbentuknya janin di dalam kandungan setelah pembuahan sperma pada sel telur dalam rahim wanita. Semua itu tidak diketahui manusia sebelum masa-masa 100-200 tahun yang lalu. Sementara Al-Qur'an telah menceritakannya/mengabarkannya dengan lugas semenjak 1400 tahun yang lalu.
Sisa 30-20% lainnya, mungkin karena teknologi dan ilmu pengetahuan kita (manusia) belumlah sempurna untuk membuktikannya.

Lihat gak, 'Benang Merahnya'?
Mungkin saja, bagi kita makna "kafir" (dari masa lalu, masa sekarang, hingga masa yang akan datang) itu sendiri terlalu dangkal. Terlalu rendah, pendek. Hanya memaknai pada apa yang tersurat di dalam Al-Qur'an saja, tetapi tak hendak menelaah lebih jauh pada yang tersirat di dalam Kitab Suci tersebut.

Masih kurang^^?
Baiklah, lalu, bagaimana dengan ini; Hijrah pertama umat Isam ke Ethiopia/Habasyah yang kala itu dipimpin oleh Raja Najasyi yang beragama Kristen.
Nah lhoo... bukankah itu pemimpin "kafir'? Kok bisa-bisanya Nabi Muhammad menganjurkan pengikutnya "meminta" perlindungan kepada raja orang kafir itu?
Apa artinya itu?

Artinya... (sekali lagi) makna "kafir" bagi kita (yang mengaku Islam) mungkin masih dangkal. Jangan kata akan sama satu makna dengan yang disebutkan Allah, dengan apa yang dipikirkan Rasulullah saja belum sampai rasanya.

Akhirul kalam, selamat menyambut hangatnya mentari Senin ini^^.


Ingat kawans^^, percaya pada seseorang itu maksimal hanya 99% sisakan 1 % untuk waspada (bukan mencurigai yak, ntar suudzon pulak) sedang percaya 100% itu hanya hak Tuhan.

Peace Be Upon to All of You^^.

---o0o---

TULISAN INI TIDAK DIPERUNTUKKAN, TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MENDISKRIMINASIKAN SATU KAUM ATAU AGAMA MANA PUN.

Ajo Gaara, Depok 18 April 2016.

Sumber ilustrasi.


  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Mencerahkan belum tentu suatu kebenaran mutlak yah?

    Saya tak pernah memanggil seseorang atau kelompok tertentu dgn sebutan 'kafir' Insya Allah sampe mati tidak.

    Jika ini dimaksudkan untuk memilih pemimpin yg bukan dari agama Islam. Maka dgn tegas saya mengatakan sebaiknya jangan. Takut saya berkata haram. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Jika kita seagama maka kita saudara seiman jika tak seagama artinya kita saudara sesama manusia yg wajib dihormati dan dihargai.

    Islam adalah Rahmat bagi sekalian alam. Tapi jangan menggado-gadonya dengan agama lain. Jika ada yg sejalan, yah jalankan.

    Bukankah kita harus beragama Islam secara kaffah? Jangan hanya mengambil sepotong-potong atau sepenggal sesuai nafsu atau keinginan sesaat.

    Ideologi sesungguhnya hanya 3: islam, komunis/sosialis , sekuler/liberal... Karena ideologi adalah landasan paling dasar dalam berbuat sesuatu.

    Jangan sampai kita Islam yg sekuler sekaligus sosialis...

    Makna tersirat Kitab Suci Al Qur'an sangat mendalam dan sangat 'kasat mata' hanya dapat dimengerti dengan kalbu.

    Aku suka beberapa sisi dari tulisan ini tapi pada potongan tertentu aku tak suka. Gaara menggiring opini pembaca seakan-akan makna sesuatu itu diburamkan oleh waktu. Padahal sesuatu yang hitam akan tetap hitam untuk waktu yg lalu, sekarang dan kedepannya...

    >edisi sok tahu...*_*

    • Lihat 4 Respon

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Gue kate juga ape, Da, jadi beneran pengen syahadat lagi... ^_

  • Vera 
    Vera 
    1 tahun yang lalu.
    Saya suka kalimat yang ini..TULISAN INI TIDAK DIPERUNTUKKAN, TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK MENDISKRIMINASIKAN SATU KAUM ATAU AGAMA MANA PUN.

    Saya juga pernah dengar pak..dulu waktu mengaji..kata guru saya, "kalau kamu yakin lanjutkan, kalau kamu ragu tinggalkan"
    Karena kita hanya akan menghadapNya sendirian.

    • Lihat 7 Respon

  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    1 tahun yang lalu.
    Orang baik akan tetap baik, di manapun dia lahir...

    • Lihat 1 Respon

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Hehehe pasti masalah pilkada.., gue tambahin ya mas bro.. indonesia negara berazaskan pancasila bukan agama tertentu.. maksud ayat tersebut tentang jangan pilih orang kafir adalah kaum atau komunitas atau negara yg berazaskan islam..

    Tentang kafir.. banyak kok tulisan yg mengartikan kafir yg tdk menujuk satu golangan atau agama..

    Islam adalah rahmatan lil alamain.. rahmat seluruh alam termasuk mahluk hidup didalamnya.. klo kita selalu mengkafirkan orang apa gak sesuai dg kalimat islam rahmatan lil alamin? Gimana mau islam berkembang klo kita lebih demen cari musuh di banding cari temen..

    • Lihat 2 Respon