Haruskah Selalu Menuruti Anak yang Minta Mainan?

Andhika Sitombung
Karya Andhika Sitombung Kategori Lainnya
dipublikasikan 07 Desember 2016
Haruskah Selalu Menuruti Anak yang Minta Mainan?

Miliki beragam jenis mainan tentunya bikin anak-anak terasa suka. Cuma saja, saat satu diantara mainannya rusak, ada anak yang segera minta ubahnya pada orang tuanya, dengan kata lain minta dibelikan mainan baru.

Berkaitan hal semacam ini, psikolog anak serta keluarga, Anna Surti Ariani SPsi Msi, menjelaskan anak segera minta dibelikan mainan saat mainannya rusak adalah hal yang wajar. Sebab, anak tak mempunyai ketertarikan pada mainan itu serta tak tahu sistem memperoleh mainan.

" Jadi umpamanya, mainan anak rusak jadi ia bakal terasa mainan rusak ya udahlah atau itu bukanlah hartaku yang bernilai. Nah, pertama yang perlu dikerjakan yaitu bikin mainan itu benar-benar ia sayangi serta cintai, satu diantara langkahnya dengan tak sebegitu mudahnya membelikan mainan, " papar wanita yang akrab disapa Nina ini.

" Beli mainan baiknya bila dalam beberapa peristiwa spesifik atau dia memanglah berupaya beli mainannya. Umpamanya dengan katakan 'Boleh beli mainan bila telah merampungkan satu pekerjaan tempat tinggal (PR) jadi anda akan satu stiker serta untuk beli mainan perlu 30-40 stiker ya'. Jadi ingin tidak mau untuk memperoleh satu mainan anak perlu banyak perjuangan, " sambung Nina.

Selanjutnya, Nina juga berikan contoh lain yang terkait dengan aktivitas dirumah seperti memohon anak membereskan mainan sesudah dipakai. Hal semacam itu ia berikan dalam acara Diskusi Media 'Satu Th. Implementasi Program Anak Cerdas PJI & HSBC' di SDN 12 Bendungan Hilir, Jl Taman Bendungan Jatihilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

" Jadi untuk beli mainan usahanya jadi semakin besar kan lantas bila mainannanya rusak, orangtua juga janganlah semudah itu menuruti hasratnya beli mainan baru, jadi bila anak memohon-mohon serta mengiba-iba hingga berguling-guling jadi tetaplah katakan, 'maaf, tidak dapat beli mainan', " tambah psikolog yang juga berpraktik di Tiga Generasi ini.

Nah pada anak yang belum lancar berhitung, berikan pengertian tidak sama umpamanya dengan menyampaikan 'ibu sama ayah belum gajian' atau 'kalau baru ada uangnya ya'. Untuk anak yang semakin besar, orangtua dapat mengajari mereka menabung serta berhitung.

Hingga, saat anak menginginkan beli mainan namun duit yang dipunyai belum cukup, anak dapat diajari menyisihkan duit sakunya. Lantas, ajak anak berhitung kurang lebih perlu saat berapakah hari agar duit yang dipunyai cukup untuk beli mainan itu.

Sesaat, untuk kembalikan ketertarikan anak pada mainan yang rusak Bapak atau Ibu dapat mengajak anak berbarengan mencari tahu dimana letak rusaknya mainan. Langkahnya, Bapak serta Ibu dapat memangku si kecil. Kenapa? Nina menyampaikan dengan memangku, anak bakal terasa lebih tenang serta ketertarikan atas mainannya yang rusak dapat kembali pada.

" Jadi saat anak telah dapat lakukan hal itu, anak semakin lebih attach sama mainnanya. Jadi yang butuh diingat yaitu janganlah mudah membelikan mainan, buat anak betul-betul berupaya, serta sampaikan apa yang perlu di keluarkan untuk peroleh mainan itu, " kata Nina.

  • view 192