Dear Wahyu, Muridku yang dulu tinggal kelas

anasta nisa
Karya anasta nisa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Juli 2016
Dear Wahyu, Muridku yang dulu tinggal kelas

Kejutan selalu datang dari Yang Maha Kuasa, tanpa terkecuali seperti hari ini..

Bel pertanda istirahat pertama sudah berbunyi. Dengan segera kubawa sepeda motorku ke bengkel dekat sekolah tempatku mengajar. Beberapa hari ini sepeda motor memang sering mogok tiba - tiba. Ahh, memang sudah kendaraan  tua, perlu ganti yang baru. hehehe. Ketika sampai di bengkel aku titipkan sepeda motornya karena perlu waktu yang lama dalam proses perbaikan. Tiba - tiba, sebuah tangan berada di depanku. Apa kabar bu katanya?, Aku angkat wajah terlihatlah wajah yang dulu sangat ku kenal. Siapapun pasti kenal sosok ini. Beberapa tahun lalu sering buat cerita rame di Sekolah. Pak RT pernah datang laporan karena dia main balap - balapan di lingkungan tinggal beliau dan masih saat pelajaran di sekolah belum berakhir. Guru - guru pun akan ingat sosok ini, dengan akhlak yang kurang baik ditambah nilai pelajaran yang di bawah rata - rata. Sosok yang sering di kejar guru olahraga karena selalu saja hilang dari lapangan dan duduk santai di kantin sekolah. Sosok yang di kejar - kejar Pembina sholat djuhur karena selalu saja alpa ketika sholat djuhur di sekolah. Aku ingat bagaimana dulu rambutnya yang panjang, bagaimana dulu cara berpakaiannya yang ketat, sedangkan dia seorang laki - laki. Kami semua waktu itu angkat tangan dalam mendidiknya. Kami semua memutuskan untuk mempertahankan anak ini di kelas yang sama. Kalaupun dia memilih pindah sekolah, tetap saja tidak naik kelas. Info terakhir yang aku tau, keluarganya memindahkan dia ke salah satu sekolah swasta di kotaku.

Tapi, apa yang aku lihat hari ini setelah beberapa tahun, Wahyu namanya.. Dengan rambut pendek dan berpakaian rapi. Seragam dinas yang dipakainya menandakan dia bekerja di instansi pemerintah. Setelah terdiam cukup lama karena awalnya kaget. Akhirnya kami mulai mengobrol panjang. Dia sekarang bekerja di Salah satu sekolah di Kotaku sebagai staf TU. Kuliahnya sudah memasuki semester akhir tinggal persiapan maju seminar 2. Dia bilang, terimakasih karena tidak menaikkan kelas waktu itu. Karena, hari itu dia melihat betapa sakit dan sedihnya kedua orangtuanya. Ibunya sempat sakit beberapa bulan. Ayahnya sering tidak bisa tidur malam hari. Dia bilang seperti menusuk duri dengan tangannya sendiri di hati kedua orang tuanya karena perbuatannya. Jadi, demi menebus rasa bersalah dan ingin membayar sakit hati dan sedihnya orang tua. Dia berjanji akan berubah dan menjadi anak yang bisa di banggakan. Dia mengulang lagi kelas X SMA sampai akhirnya lulus dengan nilai memuaskan. Lanjut kuliah mengambil jurusan Pend. Ekonomi dan ketika setelah PPL dapat tawaran untuk bekerja sebagai staf TU di sekolah tempat dia PPL. Do'akan saya bu katanya. Semoga kebaikan diri, kemudahan rezeki, dan masa depan yang cerah ada untuk saya. Oh, Ya Allah terimakasih. kami yang dulu menyerah mendidiknya, kini telah Kau berikan hidayah yang terbaik untuknya. Semoga selalu Engkau sukseskan jalan hidupnya. aamiin

  • view 153