Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 3 September 2016   10:17 WIB
Batas

 

Kisah ini hanya sebentar .. dan kupastikan kamu tidak ingin melanjutkannya .

 

Sudah genap setahun aku dan kamu menjadi dua orang yang berbeda. setelah kisah yang sebentar itu membuat kita menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi . kita selalu bisa membaca pikiran satu sama lain ,selalu bisa menerjemahkan raut yang terlihat dari wajah kita . Namun , kita selalu tidak pernah bisa bersuara.

Kisah sebentar itu bukan tentang kita yang bersama-sama menjadi dua orang pemeran utama .kisah yang sebentar itu milik kita dalam kacamata yang berbeda . kamu yang merindu aku . dan aku yang selalu suka jika di rindukan kamu . ah! sayang sekali , batas itu masih ada.

Sebab aku selalu mencintai yang lain lebih dari aku mencintaimu , itu katamu .

Temanmu mengatakan kepadaku bahwa kamu mencintaiku , temanku juga mengatakan kepadamu  bahwa aku mencintaimu . tetapi setelahnya kamu bukan berbicara tentang kita . kamu malah berbicara tentang batas .

Aku bingung . ah !aku hanya manusia bodoh yang tidak paham dengan apa yang aku percayai .

hingga akhirnya aku mengerti.

Dan kita menjadi sama-sama mengerti.

 

****

Sore ini aku tidak sengaja bertemu kamu . kamu terlihat lebih rapih dari setahun yang lalu . apakah kamu sedang jatuh cinta ? atau mataku saja yang melihatmu lebih dari yang sebenarnya terlihat sebab sudah jarang sekali aku dan kamu bertemu .

“hai” kataku menyapa

Dan kamu hanya tersenyum . oh bukan . apakah dengan menarik bibir seperempat centi bisa dikatakan tersenyum ? kupikir tidak . ya tuhan sesak sekali ,dasar laki-laki baik!  Umpatku dalam hati.

“mau naik Transjakarta?” tanyaku memecah keheningan

Astaga apa yang baru saja aku katakan? Pertanyaan yang bodoh

Wajahmu terlihat bingung mungkin kamu juga berpikir pertanyaanku adalah pertanyaan bodoh.tetapi biar saja setidaknya aku bisa mendengar suaramu lagi .

“iya , untuk apalagi disini ?”

“hehe..iya ya , kan kita lagi ada di halte ya” kataku sambil menahan malu

 

****

Lagi-lagi aku menemukanmu . melihatmu selalu tampil cantik dengan balutan jilbab merah muda itu dan dikeramaian ini kamu menyapaku . astaga ! apa yang harus aku lakukan ? Untuk melemparkan senyum ke arahmu saja aku tidak bisa.

“mau naik Transjakarta?” katamu bertanya .

 Kupikir kamu mencoba memecah keheningan yang memang sengaja kubuat . Kamu memang selalu polos Audra , ungkapku dalam hati.

“iya , untuk apalagi disini ?” kataku

“hehe..iya ya , kan kita lagi ada di halte ya” jawabmu dengan  pipi yang memerah.

Audra, kisah itu adalah kisah yang sebentar dan belum saatnya untuk dilanjutkan . aku belum siap.

Masih ada batas .

Semoga kau masih mengerti .

Duhai .. jangan kamu pastikan bahwa aku tidak ingin melanjutkannya,kamu salah besar~

Karya : Ananda Fitri