Urgensi Gotong Royong Untuk Membangun Indonesia

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Budaya
dipublikasikan 12 Juli 2017
Urgensi Gotong Royong Untuk Membangun Indonesia

Gotong royong adalah nilai-nilai kehidupan yang menjadi rujukan dan budaya bangsa. Ia memiliki makna yang luhur dalam konteks kehidupan sosial-masyarakat. Gotong royong adalah budaya bangsa, yang tidak bisa hanya dimaknai dengan saling membantu saja, tapi juga sekaligus sebagai perekat dari segala bentuk perbedaan sekaligus penguat persatuan dan kesantuan bangsa.

Sehingga tidak aneh ketika gotong royong menjadi salah satu nilai penting dalam konteks gerakan nasional revolusi mental yang begitu gencar disuarakan. Itulah yang menjadi dasar pemikiran Puan Maharani untuk menjadikan gotong royong sebagai cara untuk membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Bagi Puan Maharani Indonesia berdaulat merupakan sebuah keniscayaan. Tidak hanya berdaulat sebagai negara yang diakui oleh bangsa lain sebagai sebuah negara, tapi berdaulat juga mempunyai pengertian, bahwa Indonesia harus berdaulat secara politik sehingga tidak ada campur tangan dan intervensi asing dalam kebijakan negara, dan berdaulat secara ekonomi sehingga tidak terkotori oleh kolonialisme ekonomi global.

Indonesia yang Mandiri, bagi Puan Maharani, adalah Indonesia yang tidak hanya mampu berdiri di atas kaki sendiri, tapi merupakan sebah semangat untuk membangun dan memajukan Indonesia dengan segenap upaya demi kepentingan bangsa, hanya untuk kepentingan Indonesia.

Indonesia yang berkepribadian adalah representasi dari urgensi mempertahankan budaya kita yang mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Berkepribadian Indonesia adalah meniscayakan manusia Indonesia yang mempunyai karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Semangat untuk kembali pada Pancasila menjadi penting sebagai panduan untuk menata karakter dan pribadi keIndonesiaan kita.

Semua itu harus dilakukan dengan cara gotong royong; saling membantu dan menolong, bekerja bersama untuk kemajuan, berpangku tangan untuk meringankan, memperkokoh toleransi atas perbedaan dan keberagamaan, membuang serta meninggalkan segala bentuk egoisme dan ego ke-SARA-an.

Itulah semangat yang ingin ditularkan oleh Puan Maharani, bahwa untuk membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian haruslah dikerjakan secara gotong royong. Kesadaran itulah yang kemudian membuat Puan Maharani menjadikan semangat tersebut sebagai visi utama dari Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang dipimpinnya.

  • view 91