Cara Cerdas Puan Maharani Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Politik
dipublikasikan 03 Juni 2017
Cara Cerdas Puan Maharani Untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa

Puan Maharani: Pendidikan Untuk Meningkatkan Daya Saing SDM Indonesia

Realitas “menyedihkan” ketika kita mengetahui, bahwa 63% pekerja kita didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tentu saja bukan bermaksud under estimate atau apa, tapi dengan tingkat pendidikan seperti itu, akan sulit bersaing dengan sumber daya manusia global yang memiliki kemampuan dan kompetensi lebih.

Setidaknya para pekerja kita, penduduk asli Indonesia, akan ngacir ketika ada pekerjaan yang menyaratkan pendidikan, kemampuan, atau kompetensi tertentu, lalu masuklah para tenaga kerja asing. Pada perkembangannya kemudian, terjadilah konflik sosial karena negara dianggap acuh terhadap rakyatnya, padahal tidak seperti itu adanya. Mau apa lagi kalau syarat dan kualifikasi kemampuan yang diperlukan tidak bisa dipenuhi? Bisa apa?

“kalau memaksakan sesuatu kepada seseorang yang bukan ahlinya, maka tunggulah waktu kehancurannya”. Sederhana, sebagaimana pepatah lama “the right man on the right place”.

Hal seperti inilah yang tidak diharapkan oleh semua orang, termasuk Puan Maharani. Negara tetap hadir untuk menyejahterakan rakyatnya. Bekerja memerlukan kemampuan, dan selama itu tidak ada, negara/lembaga/organisasi/perusahaan akan lebih memilih mereka yang mempunyai pengalaman dan kemampuan sesuai yang diinginkan.

Oleh karena itu, sebagai menteri koordinator, yang salah satunya membawahi Kemendikbud, Puan Maharani mengungkapkan idenya tentang revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kenapa harus SMK? Karena ia adalah sekolah khusus yang membekali peserta didiknya dengan kemampuan (vokasi) yang dibutuhkan di masa depan. Lulusannya adalah mereka yang siap kerja karena masa pendidikan yang ditempuh memberikan waktu yang cukup untuk terampil dalam bidang tertentu.

Revitalisasi SMK menjadi penting terutama ketika tingkat kesadaran masyarakat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi masih rendah. Butuh waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Itupun belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan. Maka, SMK, dengan masa pendidikan yang tidak lama menyiapkan peserta didiknya untuk siap kerja. Siap tempur pasca selesainya proses pendidikan.

Ini merupakan langkah cerdas yang dilakukan oleh Puan Maharani untuk meningkatkan daya saing manusia Indonesia di tingkat global karena bekerja dan tidak, itu persoalan kemampuan dan ketrampilan, dan itu didapatkan melalui pendidikan, terutama pendidikan vokasional. SDM Indonesia akan siap bersaing untuk bekerja dengan siapa saja, terutama karena telah mempunyai kemampuan dan keterampilan yang siap digunakan dan diuji di dunia yang sebenarnya.

Puan Maharani telah meletakkan sendi-sendi dan sistem dalam dunia pendidikan vokasional kita, bagaimana revitalisasi pendidikan itu penting untuk menyiapkan manusia Indonesia “bertempur” dengan dunia global. Hal ini sebenarnya juga termasuk bagian dari konsep Indonesia Hebat yang digagas oleh Puan Maharani; meniscayakan manusia yang berkepribadian budaya sehingga siap bersaing di dunia internasional.

  • view 77