Puan Maharani; Kebijakan Bermanfaat, Bukan Kebijakan Booming!

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Politik
dipublikasikan 09 Mei 2017
Puan Maharani; Kebijakan Bermanfaat, Bukan Kebijakan Booming!

Sebagian masyarakat kita terbiasa dengan menilai kinerja seseorang melalui kebijakannya yang booming (meledak, dalam arti asik untuk menjadi santapan pemberitaan), meski pada tataran tertentu kebijakan tersebut tidaklah substantif. Banyak yang alpa untuk memerhatikan menteri yang bekerja, meski tak terlalu ramai oleh pemberitaan karena melakukan kebijakan yang dianggap “normatif” padahal justru itulah yang sebenarnya bermanfaat. Seakan-akan, Menteri yang bekerja adalah Menteri yang suka “menggebrak meja” atau “ngebom”.

Contoh paling tepat adalah Menko PMK, Puan Maharani, yang telah melakukan banyak kerja dan prestasi dengan menelurkan kebijakan yang tepat, terutama berkaitan dengan perannya sebagai menteri koordinator yang telah berhasil melakukan koordinasi secara manis dengan Kementerian yang berada di bawahnya.

Kebijakan dan kerja Puan Maharani dapat kita lihat dalam keseriusannya dalam melakukan upaya menciptakan kesejahteraan rakyat serta program-program penting yang menjadi agenda negara. Puan Maharani aktif dalam menyosialisasikan dan memberikan “kartu sakti” yang menjadi agenda utama negara dalam konteks “hadirnya” di tengah-tengah rakyat.

Puan Maharani juga aktif melakukan rapat-rapat yang intensif untuk membahas tentang jaminan sosial, bantuan, serta pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan datang. Dunia pendidikan dan perguruan tinggi, kebudayaan, serta keagamaan, tak luput dari bidikan Puan Maharani dalam menelurkan kebijakan selama dalam prosedur yang menjadi tanggung jawabnya. Upaya preventif dengan melakukan pendampingan dan sosialisasi tentang Pancasila dan NKRI, memastikan pelaksanaan ibadah haji, dan tentu saja kerja keras untuk menyukseskan revolusi mental adalah salah satu contoh kecil terkait kinerja dan komitmennya.

Puan Maharani juga sering melakukan kunjungan langsung untuk memastikan berlangsungnya sebuah kebijakan di lapangan, termasuk ketika berkunjung ke berbagai daerah untuk melakukan kunjungan kerja, serta Puan Maharani mempunyai kepedulian tinggi untuk para korban bencana, karena pada dasarnya tugas Puan Maharani adalah tugas kemanusiaan; kita masih ingat bagaimana Puan Maharani berkunjung ke Aceh, Bitung, dan daerah lainnya untuk memberikan bantuan dan penguatan kepada para korban.

Sehingga, dalam membaca dan menilai kinerja seorang menteri sepertinya kita harus objektif dengan tanpa menafikan kebijakannya yang bermanfaat dan tidak sekedar booming. Puan Maharani adalah contoh bagaimana bekerja dan membuat kebijakan dengan tanpa memedulikan “meledak” dan tidaknya. Biarkan sebagaimana mestinya, tentu dengan tanpa menafikan efektivitas dan inovasi sebagai “ruh” dalam setiap kerjanya.

Bagi Puan Maharani, nilai sebuah kebijakan terletak pada kebermanfaatannya. Selama kebijakan itu bermanfaat bagi rakyat, meski tanpa heboh-heboh, akan memberikan dampak yang lebih signifikan dalam membangun dan memajukan bangsa ini.

  • view 57