Menghadang Radikalisme dengan Membangun Karakter Bangsa

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Politik
dipublikasikan 08 Mei 2017
Menghadang Radikalisme dengan Membangun Karakter Bangsa

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berkarakter. Artinya, bangsa tersebut dapat berdiri gagah dengan karakter yang dimilikinya, dengan tanpa menafikan dirinya sebagai bagian bangsa internasional yang meniscayakan keterbukaan terhadap globalisasi.

Karakter bangsa Indonesia adalah upaya menjlentrehkan nilai-nilai dari Pancasila, sebagai ideologi bangsa yang sampai kapanpun tidak ada yang bisa menggantinya dengan ideologi baru, dengan jenis apapun. Nilai-nilai Pancasila dapat dijelaskan melalui penghargaan terhadap perbedaan SARA, gotong royong, toleransi, musyawarah, kebhinnekaan, persatuan dan kesatuan, humanisme, keadilan sosial, ramah, sopan dan santun, tegas, dan lain sebagainya adalah karakter yang dimiliki bangsa Indonesia, yang secara turun temurun dijaga dan dirawat dengan segenap upaya untuk mempertahankan Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nilai-nilai dan karakter itulah yang harus tetap dijaga, karena dengan itu, akan mampu mengatasi setiap permasalahan yang ada, termasuk berkembang dan munculnya paham-paham radikal dan ekstrim yang intoleran. Hal ini senada dengan upaya yang dilakukan oleh Puan Maharani, terutama dalam posisinya sebagai Menko PMK.

Seperti kita ketahui, akhir-akhir ini bangsa Indonesia disibukkan kembali dengan munculnya paham-paham yang menciptakan keresahan dan menyulut konflik horizontal karena perbedaan yang sejatinya bisa dikomunikasikan. Paham tersebut tidak hanya intoleran, tapi juga ditengarai bertentangan dengan ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Maka gagasan Puan Maharani menjadi kontekstual, bahwa untuk menyelesaikan permasalah isme-isme yang bertentangan dan menyebabkan keresahan di masyarakat, perlu upaya untuk kembali membangun karakter bangsa. Upaya itu bisa dilakukan melalui jalur pendidikan serta bisa juga dengan gerakan bersama dalam konteks revolusi mental. Membangun karakter bangsa dengan revolusi mental bisa menjadi cara terbaik yang bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Pembubaran kelompok-kelompok yang ditengarai bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa tentu merupakan satu cara, dan kembali pada karakter bangsa merupakan cara yang lainnya. Cara yang terakhir, mungkin memang lebih sulit, tapi ia akan bertahan lama karena menjadi sebuah gerakan secara simultan di tengah-tengah masyarakat.

Artinya, gagasan Puan Maharani tentang membangun karakter bangsa bisa dijadikan solusi untuk menekan bibit intoleransi dan paham-paham radikal karena mengandung semangat mencegah (preventif) pada saat yang bersamaan.

  • view 51