Hebatnya Kerja Koordinasi Puan Maharani

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Politik
dipublikasikan 10 April 2017
Hebatnya Kerja Koordinasi Puan Maharani

Baru-baru ini kita menyaksikan Puan Maharani memimpin rapat tentang Jaminan Sosial, yang menjadi program penting dari pemerintahan saat ini. Disebut penting karena Jaminan Sosial adalah representasi dari kehadiran pemerintah untuk memerhatikan kesejahteraan rakyatnya. Jaminan Sosial, sebagaimana program lainnya adalah bagian dari kewajiban pemerintah untuk memastikan perannya dalam membantu rakyat secara langsung.

Dalam rapat itu, Puan Maharani secara khusus membahas tentang defisit jaminan sosial yang terjadi, karena tentu saja, persoalan defisit adalah persoalan penting yang harus segera diselesaikan. Negara harus memberikan bantuan, betul. Tapi perlu kajian dan itung-itungan yang komprehensif dari segala aspek sehingga tidak membebani anggaran Negara secara berlebihan. Sehingga, dalam rapat itu, Puan Maharani memutuskan untuk menganalisa segala hal terkait defisit jaminan social sehingga menjadi kebijakan yang lebih baik dan menguntungkan rakyat.

Bagi Puan Maharani, program jaminan sosial ini bukan hanya persoalan program pemerintah, tapi secara personal, ia adalah penggagas konsep Indonesia Hebat yang meniscayakan Indonesia harus berdikari secara ekonomi, dan jaminan sosial menjadi langkah penting untuk mencapai kemandirian secara ekonomi tersebut. Artinya, pelaksanaan jaminan sosial bukan hanya melaksanakan tugas Negara, tapi secara khusus adalah program idealisme yang dicita-citakan oleh Puan Maharani.

Dalam konteks yang berbeda, ketika melihat seringnya rapat koordinasi yang dilakukan oleh Puan Maharani, kita disajikan satu fakta penting, bahwa sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani adalah sosok yang hebat dalam melakukan koordinasi, baik dengan menteri yang berada di bawah garis koordinasinya maupun lembaga lainnya. Lobi, diplomasi, dan koordinasi adalah bagian dari keahlian Puan Maharani dalam mendukung kerjanya dalam berbagai posisi yang pernah dikendalikannya.

Kita sering menyaksikan Puan Maharani memimpin rapat koordinasi dengan Kementerian-kementerian di bawahnya untuk membahas tentang bantuan sosial, persiapan pelaksanaan haji, revolusi mental, persiapan Asian Games, kinerja pendidikan, dan lain sebagainya.

Karena koordinasi itu pulalah, kita bisa melihat Kementerian-kementerian yang menjadi tanggung jawabnya secara struktural mendapatkan nilai positif dan apresiasi yang bagus dari masyarakat, sebut saja seperti Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian lainnya.

Kenapa koordinasi penting? Karena salah satu tugas Menteri Koordinator adalah tugas koordinatif. Jadi harus dibedakan dengan posisi menteri domainnya lebih bersifat teknis. Membandingkan Puan Maharani dengan Susi Pudjiastuti, misalnya, tentu saja salah kaprah karena perbedaan tugas dan posisi secara struktural. Sehingga, jelas saja dalam konteks ini kebijakan Puan Maharani tidak booming. Membandingkan kinerja dan prestasi Puan Maharani harus dilakukan dengan sesama Menko-nya, sehingga akan kita temukan hasil yang tidak mengecewakan dari sosok Puan Maharani.

Artinya, untuk persoalan koordinasi, Puan Maharani dapat melakukan tugasnya dengan sangat baik dan hebat. Puan Maharani melakukan kerja hebat.

  • view 72