Kerja Cerdas Puan Maharani Dalam Mengejawantahkan Tugas Pemerintah

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Politik
dipublikasikan 29 Maret 2017
Kerja Cerdas Puan Maharani Dalam Mengejawantahkan Tugas Pemerintah

Semangat kerja cepat, sepertinya menjadi bagian penting dari prinsip yang sedang dilakukan oleh pemerintahan kali ini. Cepat dan tradisi lari kencang, kerap dilakukan oleh pemerintah terutama berkaitan dengan infrastruktur yang vital.

Semangat kerja seperti itu tampak nyata dalam beberapa kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah ke daerah-daerah, dimana selalu saja disempatkan untuk membagikan kartu (baik KIP, KIS, PKH, dan lain-lainnya) kepada ribuan masyarakat yang tercatat sebagai penerima manfaat. Bahkan ketika berkunjung ke Ambon untuk menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Puan Maharani, memulai hari pertamanya dengan mengunjungi warga untuk mendampingi Presiden Jokowi, sekaligus membagikan “kartu-kartu sakti” tersebut kepada masyarakat dengan disaksikan langsung oleh Presiden, biasanya berupa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita, ibu hamil, dan anak sekolah.

PKH diberikan bagi ibu lansia, ibu hamil, dan ibu yang memiliki anak agar dapat dipergunakan untuk kebutuhannya. Dengan uang sebesar Rp.500.000, diharapkan dapat mengurangi beban hidup sehari-hari. Selain PKH,  jenis bantuan yang  diterima masyarakat Kota Ambon adalah PMT untuk bayi atau balita, PMT untuk ibu hamil, dan PMT untuk anak Sekolah. Pemberian makanan tambahan ini merupakan program luar biasa sebagai simbolisasi kehadiran pemerintah terhadap masyarakat timur Indonesia yang selama “terpinggirkan”.

Tentu tugas yang panjang dan melelahkan, terutama ketika para penerima manfaat KIS atau PKH, termasuk juga KIP, jumlahnya puluhan juta di seluruh Indonesia. Tapi upaya pemerintah untuk segera menyelesaikan program unggulannya tersebut perlu diapresiasi, terutama ketika menyadari sebuah fakta, bahwa kehadiran pemerintah untuk rakyatnya merupakan sebuah keniscayaan, bukan saja hadir secara fisik, tapi melalui kebijakan yang pro rakyat kecil.

Semangat kerja yang menggebu-gebu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam “sekali jalan” tersebut, tentu tak bisa dilepaskan dari kepandaian Puan dalam menerjemahkan instruksi dan arahan Presiden, sekaligus kemampuan adaptasinya terhadap kerja Presiden yang menginginkan eksekusi secepatnya. Semuanya sudah dikaji, jadi tinggal laksanakan saja. Itulah juga yang luput dari penilaian banyak orang sehingga sering menegasikan Puan sebagai menteri yang tidak bekerja, padahal justeru Puan-lah yang memalui koordinasinya dengan Kementerian-kementerian di bawahnya, menjadi Menteri yang berhasil menelurkan banyak program yang tepat guna.

Selain itu, semangat kerja yang positif seperti itu adalah bagian dari konsep untuk menggerakkan kembali semangat revolusi mental dimana Puan Maharani menjadi pengawal gerakan nasionalnya. Sebagai Menteri yang diberi tugas untuk mengawal revolusi mental, Puan ingin memulai dari hal-hal kecil dan positif.

Dilihat 42