Puan Maharani dan Kerja Melayani

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Politik
dipublikasikan 24 Maret 2017
Puan Maharani dan Kerja Melayani

Ketika menjadi pembicara kunci dalam Sosialisasi Gerakan Indonesia Melayani dengan tema “Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai Gerakan Perubahan untuk Mewujudkan Indonesia yang Maju, Modern, Makmur Sejahtera, dan Bermartabat” di Gedung serbaguna Kemenpan RB, Puan Maharani menyampaikan pentingnya merubah kebiasaan lama yang dari sistem birokrasi kita, yaitu pentingnya untuk memberikan pelayanan kepada publik, bukan minta untuk dilayani oleh publik.
Kemampuan untuk melayani menjadi penting untuk digalakkan, terutama karena kerja birokrasi adalah kerja pelayanan karena pejabat, apapun tugasnya, sejatinya adalah pelayan. Tidak bisa pelayan publik mengibas-kibaskan lengan bajunya karena takut kotor dan berkeringat, karena mereka harus menyingsingkan lengan baju untuk memberikan bantuan dan pelayanan terbaik kepada setiap warga. Inilah inti dari birokrasi sebenarnya, yaitu pelayanan.
Secara khusus, terkait dengan gerakan nasional revolusi mental, Puan Maharani meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi motor utama penggerak revolusi mental dalam konteks indonesia melayani karena merekalah yang berada di posisi ujung tombak dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Apalagi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menjadi komandan gerakan Indonesia Melayani, sebagai salah satu gerakan dalam revolusi mental yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
Sehingga, sebagai pelayan, maka penting untuk memerhatikan beberapa hal, terutama sikap yang baik dalam melayani. Termasuk di antaranya, sapa, senyum, dan salam. Sehingga setiap pelayanan yang diberikan bisa memberikan kesan yang baik kepada yang dilayani.
Artinya, penting untuk menjadikan segala bentuk urusan yang berkaitan dengan birokrasi, tidak lagi menjadi hal yang menjemukan, apalagi membosankan karena mekanisme dan prosedur yang biasanya “muter-muter”.
Puan Maharani juga menyampaikan, bahwa pelayanan kepada publik adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan (trust) masyarakat terhadap pemerintah. Pelayanan yang memuaskan, mudah, murah, dan tepat waktu menjadi komponen penting yang harus diutamakan, terutama oleh para aparatur sipil negara, sehingga asumsi njlimet yang melekat ketika berkaitan dengan birokrasi kita menjadi agak longgar dan cair, dengan tanpa mengurangi substansi apalagi melanggar aturan-aturan melalui “jalur tikus”. Sehingga penting juga untuk tetap menjaga integritas dalam memberikan pelayanan.
Puan Maharani, dalam momen tersebut juga menyampaikan, bahwa komitmen revolusi mental yang sedang digalakkan seharusnya menjadi momentum semua pihak, untuk semakin menyadari pentingnya nilai-nilai revolusi mental, terutama dalam konteks Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Bersatu, Indonesia Mandiri, dan Indonesia Tertib. Keseluruhan dari lima komponen itu, menjadi bagian penting dari gerakan revolusi mental yang sudah ditentukan koordinator masing-masing, sementara Puan Maharani menjadi “panglima” dari keseluruhan gerakan tersebut.

  • view 66