Puan Maharani Sebagai Ujung Tombak Jokowi

Rico Sinyoman
Karya Rico Sinyoman Kategori Politik
dipublikasikan 23 Maret 2017
Puan Maharani Sebagai Ujung Tombak Jokowi

Salah besar kalau kemudian kita masih berkipir, bahwa Puan Maharani tidak bekerja. Kabinet Kerja sudah berjalan sejauh ini, akan terasa rumpang ketika salah satu menteri pada kabinet tersebut dikatakan tidak bekerja. Bukan hanya soal tugas semata, tapi juga “pengkhianatan” atas nama kabinet kerja. Termasuk dalam konteks itu, adalah kerja Puan Maharani yang tak banyak terlihat, tapi justru program dan gagasannya dirasakan oleh masyarakat bawah secara umum. Tentu kita bisa melihatnya dari betapa sering dan banyaknya jumlah kartu-kartu sakti yang telah dibagikan oleh Puan Maharani.
Bahkan, Presiden Jokowi selalu memberikan panggung kepada Puan untuk melakukan pemberian secara simbolis melalui sebuah prosesi yang mengharuskan Puan Maharani menyampaikan beberapa hal penting tentang urgensi program yang diberikan. Puan Maharani berhasil menjadi sosok menteri perempuan yang menjadi “wakil” dari Jokowi dalam beberapa agenda dan kegiatan yang sedang dilaksanakan, terutama ketika melakukan kunjungan di berbagai daerah.
Dalam banyak kesempatan, kemampuan dan semangat kerja Puan Maharani juga teruji ketika ia menjadi pembicara, tanpa gugup panggung, menjadi wakil pemerintah. Sehingga, tidak aneh ketika Puan Maharani, sejatinya adalah salah satu menteri yang menjadi ujung tombak Jokowi dalam melaksanakan pemerintahan.
Puan Maharani memang bukanlah seorang singa panggung yang bisa berapi-api sebagaimana pidato kakek dan ibundanya, tapi dengan ketenangannya, Puan Maharani berhasil menjadi sosok tegas yang mampu menjelaskan segala persoalan dan tugas secara lebih lugas. Kemampuan itulah yang bisa menyelesaikan beberapa hal terkait tugasnya sebagai menteri koordinator, sehingga beberapa kementerian mendapatkan nilai yang apresiatif dari banyak kalangan.
Artinya, kita harus mulai terbiasa untuk menilai, bahwa Puan Maharani bukanlah menteri yang secara spesifik mengurusi hal-hal yang sifatnya teknis, tapi tugasnya yang lebih penting adalah melakukan koordinasi antara beberapa kementerian sehingga terjadi sinkronisasi kerja yang positif, terutama terkait dengan kesejahteraan, pembangunan manusia, dan merawat kebudayaan. Tentu berbeda dengan tugas para menteri, yang secara spesifik berkutan dengan segala sesuatu yang sifatnya teknis di lapangan. Puan Maharani bertugas untuk memastikan, bahwa segala kementerian di bawah tanggung jawabnya bisa bekerja dengan baik.
Itulah keberhasilan yang tidak tampak (atau sengaja disembunyikan) sehingga yang lebih ditampakkan adalah Puan Maharani yang tidak bekerja dan diam. Padahal, kalau kita lebih jernih membaca, jelas dalam banyak kesempatan kita bisa melihat Puan Maharani sebagai sosok yang menjadi benteng bagi Jokowi, terutama dalam kaitannya dengan pemberian-pemberian kartu-kartu sakti, yang telah dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.
Bekerja dalam diam, tanpa hingar-bingar media yang tak berkesudahan. Puan Maharani sadar betul, bahwa tugasnya hanya bertanggung kepada Presiden dan rakyat, bukan para kritikus sumir, yang kadang melihat segala hal dengan kacamata sebelah, plus terbelah dan pecah-pecah sehingga penilaiannya menjadi kabur.

  • view 103