memahami perbedaan laki-laki dan perempuan

Ana Rodliyah
Karya Ana Rodliyah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 April 2016
memahami perbedaan laki-laki dan perempuan

Artikel

Memahami Perbedaan Laki-laki dan Perempuan

Oleh : Siti Rodliyah

Berbicara tentang perbedaan laki-laki dan perempuan, seringkali terlintas di dalam pikiran kita tentang isu gender. Itu hal biasa, apalagi pada masa sekarang banyak pengaruh oleh pemikiran feminism. Gender berbeda dengan seks. Seks di sini yaitu jenis kelamin. Secara kodrati yang membedakan laki-laki dan perempuan adalah jenis kelamin dan organ fisik itu sendiri. Perlu diketahui bahwa perbedaan laki-laki dan perempuan dalam hal ini secara umum penelitian ilmiah menunjukkan bahwa seperti perbedaan kulit. Kulit laki-laki lebih tebal daripada kulit perempuan. Oleh sebab itu, ketika beranjak umur perempuan cenderung lebih cepat tua karena kulit cepat keriput, daripada laki-laki yang cenderung awet muda. Perbedaan pita suara perempuan lebih pendek daripada laki-laki sehingga suara laki-laki lebih keras. Perbedaan lainnya adalah bentuk tulang. Tulang laki-laki ukurannya lebih besar daripada perempuan. Otot pada tubuh laki-laki perimbangannya lebih banyak daripada kandungan lemaknya, berbeda dengan perempuan yang terdapat lapisan lemak langsung di bawah kulit. Akan tetapi lapisan ini membantu perempuan untuk menjaga kondisi tubuhnya melebihi kemampuan laki-laki. pertumbuhan otak kanan laki-laki lebih cepat daripada bagian kiri. Oleh karena itu anak laki-laki tidak begitu mahir dalam masalah pengucapan dibanding anak perempuan. Sementara dalam melaksanakan pekerjaan dan olahraga anak laki-laki lebih baik.[1] Dan masih ada beberapa perbedaan organ fisik antara laki-laki dan perempuan lainnya. Pada dasarnya manusia diciptakan dengan anatomi tubuh yang sempurna, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dilihat dari dasar fisik saja, dua jenis manusia ini banyak perbedaan meskipun hakikatnya sama.

Melihat perbedaan fisik tersebut, tentu mempengaruhi psikologi antara keduanya. Dalam hal ini perlu ditekankan bahwa perbedaan sex berbeda dengan perbedaan gender. Gender itu sifat yang melekat karena bentukan dari sosial budaya lingkungan, dan sifatnya dinamis. Tidak seperti sex yang memang sudah dari lahir seperti itu. Diantaranya sifat yang sudah melekat adalah laki-laki bersifat maskulin, dan perempuan bersifat feminin. Akan tetapi hal tersebut bisa jadi berubah, karena sifat maskulin dan feminin itu bentukan sosial budaya lingkungan. Justeru ada lingkungan yang sebaliknya. Perempuan bisa jadi maskulin, dan laki-laki bisa jadi feminin.

Perbedaan perlakuan masa kecil seorang anak sangat mempengaruhi sifat seseorang. Kebanyakan dari masyarakat memang memperlakukan anak sesuai jenis kelaminnya. Secara normal, laki-laki tindakannya lebih dominan kelelakiannya daripada keperempuanannya. Pada batas tertentu, cara berpikirnya tertuju pada kebutuhan dirinya sendiri atau lebih kepada egonya. Sementara perempuan sebaliknya, yaitu lebih dominan keperempuanannya dengan menonjolkan sifat-sifat yang bisa mendorong seseorang mau memberikan perhatian dan kepedulian pada orang lain.[2] ?

Sebenarnya antara laki-laki dan perempuan tidak lebih unggul dari siapapun. Justeru dengan kita menyadari adanya perbedaan tersebut, kita menemukan sebuah penciptaan dari Allah yang sempurna. Karena perbedaan tersebut tidak bersifat kontradiktif kemudian menjauh antara satu dengan yang lain. Justeru perbedaan tersebut menumbuhkan rasa saling melengkapi dan membutuhkan antara keduanya. Ketika kita meyadari dan menghormati perbedaan tersebut, maka kita akan dapat mencapai keseimbangan hidup.

Yang jadi persoalan di sini adalah ketidakadilan. Ya, sering kita dengar bahwa perbedaan yang mencolok sering menimbulkan ketimpangan. Menurut hemat saya, hal itu tidak akan terjadi jika antara laki-laki dan perempuan saling menyadari dan menghormati perbedaan keduanya. Dalam perspektif gender tidak ada pemetaan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan mendapatkan hak yang sama seperti laki-laki dalam ruang apapun sesuai kualitas atau skillnya masing-masing. Hal itu bisa diterima, akan tetapi tidak harus dipaksakan atau sesuai dengan kemampuan yang dimiliki tanpa menyalahi kodrat. Karena mau diapa-apakan, laki-laki dan perempuan tetap berbeda. Dalam Islam, relasi laki-laki dan perempuan sudah diatur sedemikian rupa. Dan menurut saya terkait adanya perbedaan pembagian antara laki-laki dan perempuan dalam Islam, seperti masalah pembagian harta warisan yang sering dipermasalahkan feminisme, itu sudah proporsional. Karena memang dalam Islam diatur bahwa yang wajib menafkahi keluarga adalah seorang suami, oleh karena itu pembagian harta waris lebih banyak laki-laki dibanding perempuan. Hal ini bukan berarti perempuan dilarang mencari nafkah, hanya saja tidak dituntut kewajiban. Sementara suami wajib menafkahi keluarga.

?

[1] Dr. Thariq Kamal An-Nu?aimi, Psikoloogi Suami Istri, terj. Muh.Muhaimin (Beirut: Dar al-Ihya? al-?Ulum), 16.

[2] Ibid, 19.

  • view 1.5 K

  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    1 tahun yang lalu.
    perempuan cenderung lebih cepat keriput :"

    • Lihat 7 Respon

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Setuju mbak. Lelaki dan perempuan memang berbeda dan tidak sama. Namun bukan berarti tidak setara.

  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.
    Alhamdulillah, ilmu