sahabat atau lebih dari itu??

Ana Rodliyah
Karya Ana Rodliyah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 31 Maret 2016
sahabat atau lebih dari itu??

Artikel

Sahabat atau Sekedar Teman???

Oleh : Si?Rodliyah

Bicara tentang persahabatan memang asyik. Hampir rata-rata orang pernah memiliki sahabat, entah masa-masa sekolah, atau bahkan dalam kehidupan masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata ?sahabat? sama dengan berteman, berkawan. Namun dalam keseharian kita cenderung mengartikannya lebih dari berteman biasa. Kalau kita mengatakan seseorang sebagai ?sahabat?, kita pasti menganggap seseorang tersebut lebih spesial. Namun yang perlu kita ketahui dari persahabatan adalah siapa gerangan yang menjadi sahabat kita. Dalam Al-Qur?an telah dijelaskan mengenai sahabat yang artinya ?sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama, dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu orang lain untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. Mereka itulah orang-orang yang zhalim.? ( 60 : 9 ).

Manusia yang hakikatnya hidup bersosial, pasti saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Terlepas dari kehidupan keluarga, banyak dari hidup kita yang didominasi dengan kawan atau teman. Apalagi yang notabenenya hidup di asrama atau pondok pesantren, yang kesehariannya dari bangun tidur sampai kembali tidur bercengkrama dengan kawan seasrama atau sepondok. Namun, meski seperti itu, tak semua orang menjadi sahabat karib. Kalau dibilang teman mungkin semua bisa dikatakan seperti itu, sekalipun belum mengenal dekat. Untuk menjadi teman tak perlu ada sebuah akad. Karena hakikatnya semua berhak berteman. Ada sebuah kata hikmah dari Imam Ghozali ?Manusia yang paling lemah ialah orang yang tak sanggup mencari ?teman, dan yang paling lemah daripada itu ialah orang yang menyia-nyiakan teman yang telah diperolehnya.? Dalam menjalin sahabat, kita butuh seseorang yang cocok, baik cocok kepribadiannya ataupun yang lain. Tidak hanya cocok, tapi juga bisa memahami dan mengerti diri kita. Memang terkadang kita lebih memilih seseorang yang menjadi sahabat kita daripada sekedar teman. Ada secarik kertas yang tertera tulisan dari sang Imam Syafi?i seperti ini ?teman yang tidak membantu kesulitan seperti halnya musuh. Tanpa saling membantu maka hubungan pertemanan tidak bertahan lama. Telah kucari teman sejati dalam setiap masa, akan tetapi usahaku sia-sia. Itu ungkapan Imam Syafi?i tentang teman. Ya, kita berhak memilih teman atau sahabat, yang tak boleh adalah memusuhi seseorang. Sekalipun kita dimusuhi.

Hal terpenting yang harus kita perhatikan dari pertemanan atau persahabatan adalah pengaruh apa yang dia bawa terhadap diri kita. Karena seorang teman atau sahabat sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan kita. Jalinan pertemanan jika hanya dilandasi dengan urusan duniawi tak akan pernah langgeng, bahkan bisa menimbulkan permusuhan jika tak saling mengerti. Tapi berbeda dengan pertemanan atau persahabatan yang dilandasi karena Allah semata, hal tersebut akan langgeng sampai akhirat dan saling mengasihi antara yang satu dengan yang lain.

?( anarodliyah19.blogspot.com)

  • view 172

  • Ana Rodliyah
    Ana Rodliyah
    1 tahun yang lalu.
    teman yang ga bakalan dilupain sampai mati adalah yang berhutang ma kamu dan blom dilunasin... soalnya kepikiran..

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Sahabat adalah tempat bertumpu utang ehehe

    • Lihat 3 Respon