[Yang terbaik menurut Allah]

Amul Huzni
Karya Amul Huzni Kategori Inspiratif
dipublikasikan 12 Juli 2018
[Yang terbaik menurut Allah]

Suatu hari aku sedang diajak oleh seorang ustad yang belum lama ku kenal. Aku dibawa ke suatu daerah yang lumayan jauh dari daerahku. Katanya diajak untuk belajar tentang dakwah sekalian menginap beberapa hari di mesjid.(maaf dalam cerita ini tidak berniat untuk riya’)

Dan saat tiba disana ternyata ramai. Banyak jamaah lain juga yang ikut bergabung bersama kami. Mungkin ada sekitar 18 orang. Yang kami lakukan ya seperti biasa dilakukan seorang santri. Shalat 5 waktu, mendengarkan hadist, tilawah, dzikir, dan shalat malam. Selain itu aku diajak juga untuk mengunjungi rumah-rumah warga disekitar mesjid tempat kami menginap untuk datang ke mesjid mendengarkan ceramah. Saat itu yang paling muda diantara kami adalah aku.. heuheuheu

Saat itu aku mendengarkan banyak nasehat-nasehat dan ternyata kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang masa lalunya cukup kelam. Mulai dari mencuri, mabuk2an, dll. Selain itu, aku juga tak menyangka bahwa yang duduk bersama kami saat liqo’ adalah pejabat-pejabat seperti kapolri, bupati, ustad yang cukup terkenal di daerah itu.

Selain itu, aku juga diajarkan tentang hidup sederhana, mandiri, dan tidak bergantung kepada orang lain.

Namun, ada pesan yang hingga saat ini aku terapkan dan begitu besar maknanya.

“Mintalah sesuatu yang terbaik menurut Allah.” Aku mendapatkan nasehat ini saat aku hendak tidur. Biasanya sebelum tidur aku diajak cerita oleh ustadku itu. Seketika dia bertanya,
Ustad : Mul, aku lihat dari kemarin kamu kok cepet ya bangunnya. Caranya gimana ?
Aku : (Dengan merasa sedikit bangga) oh itu. Jadi gini ustad. Biasanya sebelum aku tidur itu, aku berdoa dan berniat. “Ya Allah... Bangunkan aku pada pukul 03.00 ya Allah”. Dan dengan itu aku bangun sesuai dengan doaku itu. Selama aku berniat gitu.
Ustad : Oh gitu ya Mul ?
Aku : heuheu.. iya ustad. Kalau ustad sendiri gimana ? (Aku balik bertanya karena kebetulan beliau adalah seorang hafidz juga yang membuatku penasaran tentang cara beliau bangun agar shalat malam)
Ustad : Oh kalau aku sederhana aja Mul. Aku cuman berdoa “ Ya Allah.. bangunkan aku di waktu yang terbaik menurutmu ya Allah” (Sambil tersenyum)

Sontak seketika rasanya aku merasa begitu bersalah. Karena aku merasa doaku seakan2 memaksa Allah. Sedangkan ustadku itu meminta yang terbaik menurut Allah. Meskipun secara tidak langsung beliau menasehatiku.

Sejak saat itu, aku tak pernah lagi meminta sesuatu melainkan apa yang terbaik menurut Allah. Bukan menurutku, menurut nafsuku, menurut akalku, apalagi menurut orang lain.

Ya Allah berikan aku IPK yang terbaik menurutmu ya Allah
Berikan aku jalan keluar dari setiap permasalahan yang terbaik menurutmu ya Allah.
Berikan aku rejeki yang terbaik menurutmu ya Allah
Berikan aku jodoh yang terbaik menurutmu ya Allah
Berikan aku teman-teman yang terbaik menurutmu ya Allah
Berikan aku sahabat yang terbaik menurutmu ya Allah
Berikan aku organisasi yang terbaik menurutmu ya Allah
Intinya, semua yang aku minta tidak lain adalah yang terbaik menurut Allah

Bukankah semestinya kita meminta demikian. Bahkan tanpa meminta pun Allah akan memberi yang terbaik bagi hambaNya.

“ Bagiku, berdoa adalah proses sandiwara antara hamba dan penciptaNya “

10/07/2018
Amul Huzni

  • view 55