Jatuh... Ya Bangkit lagi :)

Jatuh... Ya Bangkit lagi :)

Amul Huzni
Karya Amul Huzni Kategori Inspiratif
dipublikasikan 31 Januari 2018
Jatuh... Ya Bangkit lagi :)

Setiap orang memiliki mimpi-mimpi yang hendak diwujudkan. Impian, cita-cita, dan angan-angan akan terus bertambah-menggunung-melangit hingga kita tak sadar betapa banyak impian yang kita tumpuk dan begitu jauh impian tersebut tuk kita raih. Jejak demi jejak telah kita tapaki. Berbagai usaha telah kita lakukan demi meraih dan mewujudkan impian tersebut. Setiap orang punya jalan sendiri, setiap orang punya cara sendiri, setiap orang punya langkah sendiri. Namun, semua orang pasti akan merasakan berbagai masalah dan ujian dengan berbagai medan yang terjal nan curam dalam mendapatkan mimpi-mimpi tersebut. Bahkan ada kalanya sebagai watak normal manusia dimana kita akan merasa lelah dan merasa putus asa di tengah perjalanan yang panjang itu. Rasa frustasi akan menghantam tubuh ini seakan-akan semua mimpi yang telah kita bangun itu hancur-lebur begitu saja. Inilah momentum dimana kita akan bertanya kepada diri sendiri. Apakah ini jalan buntu? Apakah tidak ada jalan lain yang lebih mudah untuk meraih mimpi tersebut? Apa yang harus aku lakukan? Dan pada siapa aku harus memohon pertolongan?

Lupa adalah manusia. Manusia adalah pelupa. Tatkala melihat berbagai kemegahan dunia yang begitu indah maka kita sebagai manusia selalu lupa bahwa kita punya Tuhan. Tuhan yang harus kita sembah, harus kita ingat dan kita taati. Memang dalam menggapai sebuah impian kita boleh menyusun struktur dan strategi yang begitu matang, akan tetapi kita juga harus tahu bahwa Tuhan juga punya rencana yang jauh lebih indah. Kegagalan terkadang menghantui, tetapi juga menjadi teman hidup bagi mereka yang arif dalam menanggapi setiap fenomena kegagalan. Jatuh, bangkit lagi. Jatuh, bangkit lagi. Jatuh, bangkit lagi. “Jangan berhenti hingga engkau jatuh dalam lubang akhir kehidupan (kuburan)”. Ingat!!! Kegagalan itu juga salah satu dari ujian Tuhan. Tuhan berkata “Bersama kesulitan itu ada kemudahan” atau dapat kita analogikan “Bersama kegagalan itu ada kesuksesan”. Bukankah Tuhan juga telah mengatakan bahwa Ia tidak akan menguji hambaNya melainkan sesuai dengan kapasitas hambaNya itu sendiri. Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita akan berhenti begitu saja dalam mengejar impian-impian tersebut hanya karena kita tersandung batu kecil di tengah jalan dan meninggalkan sedikit luka goresan? Tentunya kita akan serentak mengatakan “ TIDAK "

Dalam setiap usaha dalam kehidupan dibutuhkan suatu kesabaran yang besar. Pada dasarnya, kesabaran itu bukan hanya membuat kita teguh dan kokoh dalam menghadapi setiap musibah (kegagalan), tetapi juga menjadikan kita pribadi yang pantang menyerah. Adapun tempat kita berlindung, memohon, meminta, dan mengeluh dalam setiap kegagalan hidup baik itu dalam mengejar impian maupun mewujudkan kesuksesan, ia adalah Tuhan. Sebaik-baik tempat kita kembali adalah Tuhan. Jangan pernah menyerah, karena di saat kita menyerah maka cahaya di ujung goa kegagalan pun takkan pernah kita lihat. Teruslah bangkit, bangkit, dan bangkit [!]

  • view 196