Keributan Bumiku

Amul Huzni
Karya Amul Huzni Kategori Filsafat
dipublikasikan 31 Januari 2018
Keributan Bumiku


" Di kota begitu berisik. Begitu banyak kendaraan. Masyarakat bangsawan yg berlalu-lalang. Orang yang angkuh dengan pangkat dan jabatan. Para petinggi negara yang selalu melakukan penindasan. Politikus yang selalu bermain di meja hitam. Koruptor2 yang berpesta hasil rampasan. Caleg2 yang menyebarkan janji-janji kebohongan. Pengangguran yang hampa pekerjaan. Pengemis yg meminta kesejahteraan. Demonstran yang turun ke jalanan. Hingga, masyarakat rendahan yang selalu memekikkan keadilan.
Ternyata....
alam-hutan jg berisik. Seantero penduduk hutan menangis karena eksploitasi besar-besaran. Hewan-hewan liar yang banyak berkeliaran kini hanya menjadi hiasan. Daun,ranting,akar,buah, hingga rerumputan hanya pasrah dengan keadaan. Monyet2 berteriak meminta pertolongan. Kesana-kemari mencari uluran tangan. Hujan pun menangis. Dan menetaskan kepedihan. Kabut sunyi yang kelam. Tak mampu menjadi saksi penderitaan dan hanya memilih tuk diam. Gunung membisu dan langit menutup mata dengan semua Kenyataan. Tuhan, bumiku tercinta sekarang penuh keributan. Lantas mengapa hatiku hanya engkau tinggalkan kesunyian ? ????????⛰????

Amul_Huzni 12/8/2017
#kabutsunyi #pegunungan #keindahanalam #kosong #kotaku

  • view 65