Sesekali...

Amul Huzni
Karya Amul Huzni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Januari 2018
Sesekali...

Hidup memang hanya sekali. Tapi betapa banyak orang yang tak peduli. Bermain sana-sini. Tanpa memikirkan hati yang dihampiri.

Teman bukan hanya tentang kedekatan. Tapi lebih dari itu, tentang kesetiakawanan. Sahabat hanya istilah dari arti tentang murninya pertemanan. Yang tulus, suci, dan tanpa pengkhianatan.

“ Semenjak aku bertemu dengan istilah pengkhianatan, aku sekarang skeptis dengan istilah ‘teman’ “

Musuh sekarang tak lagi bersembunyi dalam selimut. Ia akan muncul ke permukaan saat dirimu hanyut. Bukan membantu apalagi menolong, melainkan ia menghasut. Menyulut api kebencian, agar dirimu benar-benar hanyut.

Masalah selalu saja datang berjumpa. Entah ia ujian, ataukah rahmat dari sang Maha pencipta. Berat rasanya, seringkali menjadi fatalis jalan satu-satunya. Atau bisa juga bangkit dari sujud dengan derai air mata yang berdoa.

Introver...
Seseorang yang lebih banyak sembunyi di balik tawa. Merasa senang padahal tak bahagia. Dan lebih pandai menyembunyikan luka.

Perih rasanya, harus bertarung melawan diri. Yang lebih banyak menutup diri. Bermain dalam sanubari. Daripada harus menuangkan air mata pada mereka yang tak peduli. Menunggu atensi-atensi yang tulus dan murni.

Berkumpul bersama orang-orang taat. Kupilih sesaat. Untuk menghilangkan penat. Kuharap aku bisa lebih bersahabat. Tetapi ternyata bukanlah pilihan yang tepat. Semua berlalu begitu cepat.

Tuhanku..
aku malas dan lelah hanya bisa mengeluh.

Seringkali aku ingin berceloteh dalam sosial media. Tapi aku ragu. Bilamana lebih banyak mata yang tertawa daripada hati yang peka.

Sosial media ternyata bukanlah alat komunikasi semata. Melainkan ia adalah senjata. Berbahaya lebih dari bom atom Hiroshima. Digunakan oleh mereka yang tahu menyinggung rasa. Dan takut menyampaikannya secara empat mata. Terpaksa... iktikad ku untuk bercerita. Menjadi sirna.

Tuhanku...
sesekali aku ingin menangis tanpa air mata. Bercerita tanpa harus dengan kata-kata. Sembari mendengarkan nasehat dari hati mereka yang benar-benar cinta.


#piluintrover
1 Oktober 2017

  • view 109