Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 31 Januari 2018   01:41 WIB
Berteman Sepi

[Berteman Sepi]

Sejenak menghela nafas menghirup udara dalam ruang kehampaan. Duduk di sebuah bangku dalam ruang kelas yang cukup gaduh. Riuh-rendah percakapan teman-teman membicarakan sesuatu. Namun aku masih ambigu antara acuh atau tak acuh.

Jam dinding terus berdetak membunyikan gendang telingaku yang sepi oleh pembicaraan. Seakan lidah tak mau bersuara. Gusar. Bingung. Rasanya aku hanyalah angin yang berlalu.

Teman2ku sudah berubah. Acapkali aku ingin berkata. Namun suara ku tak terdengar oleh mereka. Bukan tuli. Namun mereka sibuk dengan sesuatu.

Aku merasa terbuang dalam sunyi. Rasanya dadaku terhimpit benci. Bukan. Bukan kepada mereka. Tapi kepada sifat mereka.

Aku ingin teriak. Namun percuma. Mereka tak punya atensi terhadap diriku. Hilang pertemanan. Cinta kasih yang dulu terbangun ternyata sirna ditelan waktu. Tidak. Ternyata tidak. Bukan waktu yang salah. Mungkin aku yang menepi. Menghindar dari keramaian.

Hanya datang dan pergi. Layaknya angin yang berlalu. Kedatanganku tak menghasilkan candu. Kepergianku tak meninggalkan rindu. Cukup aku terluka. Oleh perasaan sepi ku.

Teman... Nada ku rintih memanggil dalam sanubari.

Kenapa ? Aku yang berubah atau kamu. Atau kah engkau tak butuh apa2 lagi denganku. Teman... sekali lagi hatiku memanggil mereka.

Aku bingung. Pada diriku sendiri. Aku hanya lelah. Dalam kelas aku hanya bersembunyi dibalik senyum palsu. Padahal hatiku meringkik kesakitan dalam bilik kesunyian.

Teman... panggilanku yang terakhir kali. Setelah itu aku tak peduli. Aku tak usah berteman lagi. Aku malas. Aku benci pertemanan palsu. Yang dilatarbelakangi sesuatu.

Tenang. Aku tak butuh lagi. Biarkan sepi menjadi sahabatku. Biar.. Biarkan aku dalam kesendirianku. Jujur. Aku benci keadaan ini.

#ruangkelas
#sahabatsepi

Karya : Amul Huzni