Flash Fiction : Cinta Satu Malam

Amril Taufik Gobel
Karya Amril Taufik Gobel Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 23 Januari 2016
Flash Fiction : Cinta Satu Malam

Baginya, cinta adalah nonsens.
?
Tak ada artinya. Dan Sia-sia.
?
Entahlah, lelaki itu selalu menganggap cinta adalah sebentuk sakit yang familiar. Ia jadi terbiasa memaknai setiap desir rasa yang menghentak batin tersebut sebagai sesuatu yang memang sudah seharusnya.
?
Lazim. Wajar tanpa syarat.
?
Dan seperih apapun luka perpisahan yang ia alami tak akan membuatnya limbung, hilang kendali atau melakukan langkah ekstrim : berteriak lantang sekeras-kerasnya hingga segala beban dihatinya lenyap seketika.
?
?Aku tidak semelankolis itu,? ucapnya dalam hati.
?
Ia lalu tersenyum getir lalu mengisap rokoknya dalam-dalam. Asapnya rimbun mengepul mengelilingi wajahnya dengan rahang mengeras.
?
Ia tahu bagaimana cara menikmati luka dengan menanggulanginya oleh luka yang lain.
?
Setidaknya itu membuat batinnya lebih baik. Dan terhormat.
?
Perempuan itu sudah membuatku menderita bertahun-tahun, gumamnya lirih.
?
Meninggalkannya adalah sebuah kekeliruan besar.
?
Yang justru membuatnya rentan dari segala kesakitan. Kebal dari segala kesunyian dan tegar menghadapi hempasan badai.
?
Sekuat apapun.
?
Sosok di tempat tidur itu menggeliat. Wajahnya terlihat cantik diremang lampu kamar.
?
?Kok belum tidur, sayang?? tanyanya manja.
?
Lelaki itu menghela nafas panjang,
?
?Sebentar saya ke situ?, sahutnya pelan.
?
Perempuan itu mendesah dan kembali memejamkan mata.
?
Lelaki itu lalu bangkit, mematikan rokok yang tinggal setengah di asbak. Meraih belati tajam dari laci meja kecil.
?
?Cukup satu malam saja, perempuan kelima. Mari nikmati kesakitanmu. Kesakitan kita?, ucapnya pilu
?
?
?
Sumber:

  • view 161