Pekik Rindu Camar Putih di Dermaga Fremantle

Amril Taufik Gobel
Karya Amril Taufik Gobel Kategori Puisi
dipublikasikan 10 Februari 2016
Pekik Rindu Camar Putih di Dermaga Fremantle

Seperti sebuah isyarat, kita telah menyaksikan langit biru mengirimkan pertanda itu

lewat pekik pilu camar yang terbang lalu hinggap di pelataran dermaga

sayap putihnya mengepak indah sembari mata tajamnya melirik piring berisi ?Fish & Chip? kegemaran kita diatas meja kayu

dan paruhnya yang setengah terbuka seakan membisikkan sesuatu:

tentang khayalan yang selama ini kita genggam erat saat menyusuri jalur Cappuccino Strip

juga harapan yang menempel pada dinding-dinding kusam dan dingin gedung Fremantle Prison

serta kesaksiannya tentang kepingan kangen yang tercecer sepanjang jalan menuju Freo Market

1238916_10151803540788486_1876378131_n (1)

?Kesempatan ini,? katamu getir,?adalah saat tepat untuk menghadirkan segala impian meski dengan kenyataan yang perih,?meresapinya, kemudian merelakannya menghilang dalam sunyi tak bertepi?

Pada malam ketika semuanya memang harus diakhiri

Kita mencoba berdamai dengan masa lalu dan mencatat setiap kelam

yang terpatri pada bangunan tua bernuansa kolonial antara Philmore Street hingga Clif Street

serta melarutkan segala kenangan tentang kita di sisi Fishing Boat Harbour

lalu membayangkannya mengapung hingga ombak samudera Hindia membawanya ke batas cakrawala

Seperti sebuah isyarat, kita menyaksikan camar pulang menuju senja

melayang di langit seraya memekik lantang, tentang rindu dan cinta yang sejatinya tak pernah pergi

?

Cikarang, 25 September 2013

Catatan:

Puisi ini ditulis untuk mengenang perjalanan saya ke Perth & Fremantle, Austalia 3 tahun lalu. Baca rangkaian kisahnya disini?, simak pula puisi-puisi saya lainnya disana?dan miliki pula kumpulan buku puisi cinta saya ?Menyesap Senyap?

  • view 166