Meet Matt, Sukses Karena Berbagi !

Amril Taufik Gobel
Karya Amril Taufik Gobel Kategori Inspiratif
dipublikasikan 07 Februari 2016
Meet Matt, Sukses Karena Berbagi !

Acara Wordcamp Indonesia 2009 ?sebuah ajang pertemuan non formal bagi para pengembang, pengguna dan penggemar blog engine wordpress di Indonesia? yang digelar di Erasmus Huis Kuningan Jakarta Selatan, pada Hari Sabtu-Minggu, 17-18 Januari 2009 (7 tahun lalu), menyisakan begitu banyak kesan mendalam. Salah satunya adalah pertemuan saya dengan Matt Mullenweg , penggagas WordPress, blog engine paling popular di dunia serta satu diantara 25 orang yang paling berpengaruh di dunia web versi majalah Business Week danperingkat kelima dari 10 pengusaha muda terkaya didunia dibawah usia 25 tahun dengan asset hingga USD 40 Juta

Saya sama sekali tak menyangka, sosok Matt yang semula saya bayangkan akan tampil layaknya eksekutif muda,kaya dan rupawan yang kerap kita temui di layar sinetron televisi Indonesia (memakai jas, berdasi dan berdandan parlente) justru tampil sangat casual, jauh dari kesan formal. Saya bahkan nyaris tak mengenalinya ketika ia datang di lokasi acara, sampai kemudian Valent Mustamin, sang ketua Panitia Wordcamp memanggil pria kelahiran Houston 11 Januari 1984 itu. Terus terang saja saya sempat tidak yakin karena fotonya beda jauh dengan yang ditayangkan di Wikipedia.

Tapi itu memang dia. Young, Cool and Smart

?

Matt ?demikian nama panggilan lelaki bernama lengkap Matthew Charles Mullenweg ? ini tampil dengan kemeja lengan panjang bergaris abu-abu, celana jeans dan sepasang sepatu kets kian menegaskan sosoknya yang muda,bersahaja, terbuka dan ramah. Senyum manis Matt selalu tersungging pada setiap orang yang ditemuinya. Kilat mata cerdas ?meski terlihat seperti malu-malu kucing?terlihat nyata pada lelaki yang sangat menggemari music Jazz ini.

Bersama kawan-kawan dari Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiriyang pada acara itu turut berpartisipasi menyumbangkan 200 CD ROM tutorial blog wordpress serta mengirim 4 orang utusan yang datang langsung dari Makassar, saya menyapa Matt yang sedang berdiri di bagian belakang, sebelum acara dimulai. Setelah memperkenalkan diri , kami lalu berbincang akrab.

Ia menyatakan sangat salut dengan adanya wadah khusus yang menaungi para blogger lewat komunitas, apapun bentuk blog engine yang dipakai walau itu bukan WordPress. Menurutnya, ini merupakan peluang besar untuk saling berbagi ide dan gagasan lalu mengembangkannya secara konstruktif dengan tindakan nyata. ?Jadikan komunitas kalian sebagai ?empowering community?, komunitas yang memberdayakan potensi para anggotanya,? pesan Matt pada kami. Sayang sekali saya tak bisa berbincang lebih lama dengannya karena acara sudah akan dimulai.

Ada banyak hal berharga yang saya peroleh dari Matt yang hanya berselisih setahun usianya dengan adik ipar saya, Ahmad, di Yogya. Usai rehat makan siang, Matt tampil membawakan materi bertajuk ?State of the World?. Ia menceritakan bagaimana ?perjuangan?-nya merintis WordPress hingga akhirnya mencapai prestasi spektakuler pada usia yang masih sangat belia, 18 tahun. Pada tahun 2002, Matt mulai menggunakan blog engine lama yakni b2. Beberapa bulan kemudian, layanan b2 dihentikan pada tahun 2003. Pada tanggal 24 Januari 2003, Matt menulis posting diblognya berjudul ?The Blogging Software Dilema? yang berisi kerisauannya untuk melanjutkan membangun software blogging yang handal.

Tak disangka, sebuah komentar masuk ke blognya. Dari Mike Little yang menyatakan siap membantu mencari solusi atas kerisauannya. Komentar dari orang yang sama sekali tak dikenalnya itu memicu semangatnya kembali. Mereka lalu berkomunikasi dengan intens lalu mengajak Mike untuk turut membangun proyek WordPress.

Bersama Mike Little, Matt mulai merintis WordPress berbasis code b2 ternasuk bekerjasama dengan Michael Valdrigi pengembang asli b2. Inilah yang kemudian menjadi cikal bakal WordPress generasi pertama.

Pada bulan Maret 2003, Matt bersama Eric Meyer dan Tantek Celik berhasil membuat dan mengembangkan Global Multimedia Protocols Group sebuah format bahasa pemrograman yang lebih kompleks dibandingkan dengan HTML. Pengembangan terus dilakukan oleh tim Matt termasuk membuat fasilitas Ping-O-Matic, yang secara otomatis terintegrasi memberikan notifikasi ke blog search engine seperti Technorati serta merancang pula hadirnya Akismet Filter Spam yang dikembangkan melalui Automatti, perusahaan yang didirkan oleh Matt yang berisi sejumlah developer software handal berplatform WordPress.

Kini, blog engine WordPress yang berbasis open source itu berkembang sangat pesat dan spektakuler. Sejumlah situs-situs media terkemuka didunia seperti New York Times, CNN, The Wall Street Journal, dll menggunakan platform wordpress pada situsnya. Di Indonesia Kompasiana menggunakan pula blog engine WordPress Multi User pada situs mereka. Tahun lalu tercatat Worpress dikunjungi 103 juta pengunjung dari seluruh dunia .

?Jangan pernah takut untuk berbagi ide kita. Justru dengan membagi ide,kita akan mendapatkan umpan balik lebih cepat untuk mengembangkan ide kita tersebut. Jangan takut ide kita akan dibajak karena justru sang pemilik idelah yang memiliki passion atau gairah untuk mewujudkannya,? demikian ungkap Matt pada sesi diskusi di Hari Kedua Wordcamp.

Spirit ?berbagi? inilah yang tersimpan pada ?roh? WordPress, blog engine yang dikembangkannya. Tak salah kiranya bila, Pak Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting menyatakan bahwa, Matt dkk berjasa besar karena?disadari atau tidak? telah membuka peluang lapangan kerja yang sangat luas bagi semua orang. Sejumlah pelaku usaha yang bergerak dalam bisnis online yang menggunakan blog engine wordpress sebagai piranti marketing situsnya telah berhasil mendapatkan penghasilan lumayan dari bisnisnya.

?Pekerjaan saya seperti memberikan hadiah pada dunia ini, gratis untuk semua orang, semua orang dapat menggunakan hasil kerja saya.? tuturnya pada bloginterviewer, seperti saya kutip dari tulisan Iwan Piliang di Kompasiana.

Dan memang betul, ia tidak hanya memberi ?hadiah? besar bagi dunia melalui WordPress, Matt yang pernah bersekolah di High School for the Performing & Visual Arts ini,telah membuktikan bahwa spirit berbagi yang dilontarkannya mengantarkan Miliader muda ini menjadi seorang pebisnis yang sukses namun rendah hati.

Dan sambil melihat pemuda ini menikmati musik Jazz Zarro and Friends diatas panggung, saya tiba-tiba teringat kata-kata sastrawan besar kita Iwan Simatupang 40 tahun silam: ?Melahirkan kesegaran imajinasi adalah tantangan Indonesia dimasa depan. Yang diperlukan penjelajahan-penjelajahan bentuk dan gagasan sebuah karya seni yang dapat mengilhami orang membayangkan kemungkinan-kemungkinan kedepan.?

Ah, saya berharap akan banyak anak-anak muda kita terinspirasi oleh sikap dan pandangan hidup Matt. Yang berkarya dan senantiasa berbagi hal-hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat manusia.

Thanks Matt. See you later !

  • view 181