Sahabat Jadi Cinta

Amlika Dewi
Karya Amlika Dewi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 01 Oktober 2017
Sahabat Jadi Cinta

Kamu memang orang yang membuatku Nyaman, dan Bahagia , Kau selalu menjagaku tanpa merasa lelah  , tetapi rasa ini sungguh menyiksaku , menunggu kepastian tanpa balasan. Dia sahabatku , tapi dia juga Nafasku , dia Raikhan Aji . Sejak pertama aku mengenalnya , tatapannya itu masih teringat jelas di memoriku ,senyumnya membuatku tenang dan damai, dia selalu menjagaku kapan pun dan dimanapun , setiap kali aku merasa Down, dia selalu memegang Erat tanganku dan Membuatku Bangkit lagi .

        Mungkin aku terlalu egois dengan berharap untuk memilikinya , tapi aku tidak bisa jika selalu berpura-pura untuk tidak mencintainya , tapi disisi lain kalau memang kita Jadian aku takut , aku sangat takut kehilangannya , aku gak mau jika dia hilang dari mata dan hatiku , tapi disisi lain juga aku pengen banget milikin dia , supaya semua orang tahu Dia itu milikku bukan milik Orang lain.  

        Aku selalu menahan rasa sakit ini ketika teman-temanku menanyakan kedekatanku dengan Raikhan Aji selama ini ,lebih sakit lagi ketika aku harus berbohong dan mengatakan “Bukan, dia Hanya temanku” dan mereka pun menjawab “Padahal udah cocok banget , Jadian aja!” Aku hanya bisa membalas dengan senyuman , tapi perlahan-lahan masalah itu sudah menjadi hal biasa untukku , Karena Aji yang mengajarkanku untuk bersikap yang Dewasa , Aku gak berani bilang Aji adalah segalanya Buatku , karena aku takut segalanya aku hilang.

        “Aku berusaha menjadi wanita yang dewasa , yang ingin selalu berfikiran positif , jadi aku kadang berfikir kalau hubungan ku sama Aji sekarang jauh lebih bahagia , aku takut jika kita pacaran lalu putus dan gak bisa deket lagi kayak dulu , mending berteman seperti sekarang ini dan dia gak akan ninggalin aku , kecuali dia mempunyai Cintanya yang baru.

        Aji seorang yang paling berharga buat aku sekarang , andaikan aku mampu berkata didepannya bahwa aku sangat menyayanginya dan gak mau kehilngannya mungkin aku akan jauh lebih tenang . tapi beberapa kali aku mencoba untuk mengatakannya malah yang ada hanya gemetaran yang aku rasa , mungkin belum saatnya aku berkata seperti itu .

        Tawa candanya adalah warna dihidupku aku tak ingin semuanya berlalu begitu cepat , Aji juga adalah salah satu alasan yang membuatku betah disekolah yang dulu aku anggap biasa saja , aku sekarang masih duduk manis disampingnya , menjadi teman biasanya , entah akankah posisi itu berubah  , aku pun tak tahu , terkadang aku selalu meminta kepada tuhan agar pertemananku dengan Aji selamanya seperti ini hingga menemukan Cintanya masing-masing.

  • view 52