Young on Top Updated Resume

amiril ardiansyah
Karya amiril ardiansyah Kategori Buku
dipublikasikan 14 September 2018
Young on Top Updated Resume

Young on Top Updated Resume

Judul                                     : Young on Top Updated - 40 Kunci Sukses di Usia Muda

Penulis                                 : Bily Boen

Penyunting                         : Nurjannah Intan

Perancang Sampul           : Arief Wicaksono

Pemeriksa Aksara             : Yusnida

Penata Aksara                   : Gabriel_sih

Penerbit                               : B first (PT Bentang Pustaka)

Young on Top Updated - 40 Kunci Sukses di Usia Muda merupakan hasil revisi dari buku Young on Top -  30 Kunci Sukses di Usia Muda dan Young on Top – New Edition – 35 Kunci Sukses di Usia Muda. Buku ini masih membeberkan hal yang sama yaitu berbagi tips dan trik untuk mencapai sukses di usia muda, dengan berbagai tambahan didalamnya.  Buku ini mengusung tagline “Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa mesti tunggu tua?”, yang juga menjadi prinsip penulis dan menjadi dasar dari ditulisnya buku Young on Top Updated ini. Buku ini memberikan gambaran untuk anak muda untuk dapat memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa dan negara, entah itu dengan menjadi pengusaha ataupun menjadi profesional di bidang tertentu. Buku ini secara rinci menggambarkan pengalaman penulis (Billy Boen) dan pengalaman orang-orang sukses lainnya dalam menggapai panggilan dan tujuan hidupnya. Tidak melulu untuk sukses dalam karirnya namun juga sukses dalam memberikan impact positif untuk bangsa dan negara.

Buku ini terbagi menjadi tujuh bagian utama dengan 40 bab didalamnya, yaitu, Who You Are, The Common Senses, The Common Practice, The Tips & Tricks, The Art of Management, The Art of Leadership, dan The Next Level. Pada bagian pertama (Who You Are) menjelaskan tentang siapa dirimu sebenarnya. Bab ini mencakup beberapa poin seperti tujuan hidup. Jadi sebelum melangkah lebih jauh kita wajib menentukan dulu apa tujuan hidup kita, tahu apa yang kita mau akan membuat kita lebih fokus dalam mencapai apa yang cita-citakan. Hal ini juga bertujuan supaya tidak melakukan perubahan saat kita sudah berada ditengah perjalanan atau saat di hadapkan oleh masalah. Dengan adanya tujuan akan membuat kita terus termotivasi dan tidak goyah dalam mengapai tujuan hidup kita.

Bab kedua do what you love & love what you do, sebelum kita bekerja baiknya kita tahu apa yang kita suka. Dengan begitu kita akan terus semangat dalam bekerja. Deadline kerja yang padat akan dengan senang hati dilakukan jika kita menyukai dan mencintai pekerjaan kita. Jadi sebelum memutuskan untuk bekerja kita mesti riset dulu bagaimana job description dan lingkungan pekerjaan yang akan kita lakukan.   

Bab ketiga adalah be grateful, selalu bersyukur menjadi salah satu nilai yang akan membantu kita dalam mencapai kesuksesan. Mengingat banyak orang diluar sana yang akan siap sedia menggantikan posisi kita saat ini, kita wajib untuk bersyukur dengan segala kondisi saat ini. Dengan selalu bersyukur kita akan lebih berlapang dada dalam menikapi beragam masalah dalam hidup. 

Bab keempat, be healthy memaparkan tentang keharusan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat. Percuma kan sukses tapi ujung-ujungnya tidak sehat. Jadi dalam proses meniti karir kita tidak boleh melewatkan yang namanya pola hidup sehat, karena kita tidak akan bisa menikmati kesuksesan jika kita tidak dalam kondisi yang sehat.

Bab kelima, dream & think big, be specific menjelaskan tentang keharusan untuk memiliki mimpi, cara berpikir yang luas dan fokus dalam proses mengejar kesuksesan. Kita mesti punya mimpi dan target dalam hidup, tentunya kita harus spesifik untuk bisa mewujudkannya. Satu hal lagi yang tidak bioleh kita lewatkan daam bab ini, yaitu kita mesti yakin dan harus berani bermimpi besar karena hal-hal besar dimulai dari mimpi-mimpi yang direalisasikan.

Bab keenam, be inspired motivated yourself mengajarkan tentang bagaimana memotivasi diri sendiri. Bab ini menerangkan bahwa motivasi terbesar berasal dari diri sendiri. Orang lain hanya menginspirasi kita untuk bisa lebih semangat dalam menjalani kehidupan. Terdapat dua langkah untuk tetap termotivasi, pertama  “lihat ke atas”, yaitu kita harus punya cita-cita atau target yang ingin dicapai sehingga kita selalu termotivasi untuk mengejar hal tersebut. Kedua, “lihat ke bawah”, yakni kita harus menanamkan atau membayangkan hal-hal yang paling tidak kita mau terjadi dalam hidup kita.  Dengan dua tips ini kiranya kita akan mampu terus termotivasi untuk  tetap bersemangat mengejar kesuksesan.

Bagian kedua dalam buku ini (the common sense) memaparkan tentang pembentukan karakter dan nilai-nilai yang mesti dimiliki oleh orang-orang yang ingin sukses. Bagian kedua dalam buku ini diawali dengan bab act as the owner. Bab ini menjelaskan tentang sikap kita dalam bekerja harus seolah-olah seperti pemilik perusahaan. Dengan ditanamkannya sikap ini kita akan maksimal dalam berkarya dan bekerja. 

Bab selanjutnya adalah walk the talk, menjelaskan mengenai konsistensi kita akan apa yang kita katakan. Jadi kita mesti melakukan apa yang kita katakan supaya tidak dinilai “omdo” (omong doang). Dengan konsisten melakukan apa yang kita katakan akan menunjukkan integritas dan profesiolitas kita dalam berkarya dan berkarir menggapai sukses.

Be confident, menjadi bahasan selanjutnya di bagian kedua ini. Bab  ini memaparkan tentang pentingnya memiliki kepercayaan diri. Bisa banyangkan bagaimana akan sukses jika tidak percaya dengan kemampuan dan kelebihan yang ada dalam diri kita. Perlu di ingat juga apabila kesuksesan berasal dari dalam diri, artinya kalau kita mau suskses kita harus percaya diri.

Bab berikutnya yaitu kesepuluh, Be on time, mengajarkan kita untuk selalu tepat waktu. Oleh sebab itu menajemen waktu menjadi sangat penting dalam menuju kesuksesan. Mengingat tepat waktu adalah salah satu bentuk hormat kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Jadi on time menjadi nilai yang mesti kita miliki untuk mengejar kesuksesan yang ingin kita capai.

Bab kesebelas, be open mind. Mengajarkan kita untuk selalu berpikiran terbuka. Memiliki cara berpikir seperti ini akan membantu kita untuk terus berbenah, memperbaiki diri, dan beradaptasi dengan perubahan. Mengingat perkembangan zaman yag cepat dan dinamis tidak mungkin kita akan terus menerus berada dalam zona nyaman yang sama, untuk itu kita mesti menerapkan pola berpokir terbuka.

Bab kedua belas, respect everyone. Salah satu ciri orang sukses adalah selalu menghormati orang lain. Karena salah satu kunci sukses harus bisa hormat kepada orang lain, dengan menghormati orang lain maka kehormatan juga akan menghampiri kita. Bab ini mengajarkan apabila kita ingin diormati sama orang lain, mau punya banayak teman yang bantu kita menuju kesuksesan, maka kita harus mulai dengan menghormati orang lain dulu.

Bab ketiga belas, make a lot of friends, mengajarkan kita untuk terus menambah dan memiliki banyak teman. Karena semakin banyak teman yang kita punya semakin banyak orang yang akan membantu kita mencapai impian kita. Oleh sebab itu kita harus memulai untuk banyak membangun pertemanan karena sukses tidak bisa diraih sendirian.

Bab keempat belas, Be humble. Menjelaskan tentang pentingnya sikap rendah hati. Sikap ini mesti kita miliki jika kita ingin sukses. Kita mesti memposisikan diri kita sebagai pembelajar dan tidak merendahkan orang lain. Karena dengan sikap ini akan sangat membantu kita dalam proses belajar, membangun network dan menggapai kesuksesan yang kita inginkan.

Masuk ke bagian tiga buku ini, the common practice. Bagian ini akan mengajarkan kita untuk menemukan kunci  ketika menghadapi masalah, apa yang harus kita lakukan saat mengadapi masalah dan bagaimana cara orang-orang sukses menghadapi ragam permasalahan tersebut. Bagian ini terdiri dari beberapa bagian, pertama adalah learn from mistakes. Bab ini mengajarkan tentang belajar dari kesalahan, bahwasannya kesalahan adalah guru terbaik untuk menuju kesuksesan. Jadi jangan pernah takut untuk mencoba, terus memperbaiki dan belajar dari kesalahan yang ada. Sebagaimana kata Sergey Brin, “satu-satunya cara untuk sekses adalah memiliki bayak kegagalan.” Jadi bab ini mengajarkan kita untuk terus berani mencoba meskipun potensi gagal itu ada.

Bab selanjutnya adalah never give up, mengajarkan tentang usaha keras. Bagaimana sebisa mungkin kita tidak boleh kalah dari keadaan. Karena pada dasarnya dengan kerja keras kita dapat mencapai mimpi-mimpi kita. Tidak ada alasan tidak bisa selama kita mau berusaha. Sebab tiada hasil yang menghianati usaha.

Bab berikutnya tentang think positive, yang mengajarkan kita untuk selalu berpikir positif dalam menyikapi sesuatu. Tidak berbrasangka buruk, dan berorientasi bada penyelesaian masalah. Berpikir positif penting, sebab pemikiran positif akan mendatangkan hal positif dalam hidup kita, begitupun sebaliknya.

Be Creative, menjadi bahasan berikutnya. Bagian ini menjelaskan tentang upaya untuk menjadi kreatif. Kreatif bukan berarti menemukan atau membuat hal baru, tetapi kita mesti mencoba untuk memodifikasi, mengimprove hal yang sudah ada sebelumnya. Untuk menjadi pribadi yang kreatif ini kita mesti punya wawasan luas dan berani mencoba. Satu lagi yang menarik dari bab ini, yaitu mengajarkan untk terus berani mencoba, karena dengan berani mencoba dan dan belajar dari kesalahannya akan menjadi orang yang terus berkembang.

Bab berikutnya adalah just perform, A to Z. Menjelaskan tentang lakukan yang terbaik yang kamu bisa, tidak ada waktu untuk relaks, ataupun mengeluh. Intinya make it happen untuk mencapai tujuan perusahaan dan tujuan hidup kita. Oleh sebab itu kita mesti benar-benar mengerti ruang lingkup pekerjaan kita secara menyeluruh, dan semua yang dikerjakan tim secara menyeluruh.

 Be detail oriented, mengajarkan kita untuk selalu teliti dalam mengerjakan sesuatu. Seringkali orang yang berorientasi dengan detail oriented dapat memenankan kompetisi, karena sudah mempelajari secara detail seluk beluk perlombaaan. Berorientasi terhadap detail tidak berarti hanya peduli terhadap semua hal kecil. Kita harus spesifik dan bertanggung jawab terhadap suatu hasil.

Memasuki bagian keempat buku ini, the tips and tricks. Membagikan tentang tips dan trik dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai karyawan ataupun pengusaha. Terdiri menjadi beberapa bab, pertama adalah do not assume. Bab ini mengajarkan kita untuk tidak gampang berasumsi. Kita wajib bertanya hingga 100% mengerti pada apa yang diperintahkan atasan untuk kita lakukan. Sehingga mengurangi kemungkinan adanya kesalahan dan mis komunikasi.

Bab selanjutnya adalah do things fast with A.P.U.R. mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu dengan fast and sure. Setelah kita tahu job description atau tujuan lain, kita musti segera lakukan dan kerjakan semaksimal mungkin. Dan dalam mngerjakan sesuatu tersebut sebisa mungkin kita melakukan report progress kepada atasan dengan sistem A.P.U.R. (Automatic Progress Update Report).

Bab berikutnya adalah bring solutions, not problems.  Mengajarkan kita untuk jangan pernah mengadukan permasalahan pada atasan. Kita mesti cari solusi alternatif saat dihadapkan pada masalah. Setelah kita temukan solusinya kita bisa menghadap pada atasan untuk meminta pertimbangan dengan solusi yang sudah kita persiapkan tersebut.

Calculate the risk, menjadi bahasan berikutnya dalam bagian ini. Bab ini menjelaskan tentang pengambilan keputusan yang berbuntut dengan adanya risiko. Kita mesti banayak belajar untuk mengasah insting kita supaya tidak salah dalam mengambil keputusan. Untuk mengambil keputusan dan mempertimbangkan resikonya kita juga harus mempunyai kemampuan analisis, peka, kritis, dan kreatif. Pada intinya sebaik apapun insting, analisis, kritis dan kreatifitas kita, jangan pernah mengambil resiko yang tidak bisa kita ukur.

Bab berikutnya adalah go for extra mile. Mengajarkan kita untuk bekerja keras, kita harus berusaha lebih keras dan melebihi apa yang orang lain harapkan dari kita dan melebihi dari apa yang kebanyakan orang lain lakukan. Sebab untuk sukses kita mesti menantang diri kita sendiri untuk menembus batas-batas yang selama ini kita anggap mustahil. Kita harus dapat berbuat lebih dari apa yang seharusnya, setiap saat setiap waktu.

Bagian kelima buku ini, the art of management. Mengajarkan kepada kita dalam melakukan manajemen diri baik sebagai karyawan ataupun pengusaha. Bab pertama bagian ini adalah see the big picture. Bab ini menjelaskan tentang kewajiban kita untuk bisa memiliki sudut pandang yang luas dalam melihat sesuatu. Sebab untuk meraih sukses kita mesti bisa melihat secara jangka panjang dan bisa membayangkan apa yang akan kita lakukan di masa mendatang. Tahu akan tujuan dan adanya gambaran masa depan membuat kita lebih fokus untuk meraih keinginan kita.

Bab selanjutnya di dalam bagian lima ini adalah Be fair. Bab ini menjelaskan tentang berbauat adil. Dalam kehidupan seringkali kita dihadapkan perasaan “suka” dan” tidak suka” dalam mengambil keputusan. Tidak hanya berdasar pada insting atau perasaan, namun pengambilan keputusan secara objektif dan rasional juga tetap menjadi pertimbangan. Terlebih dalam konteks kepemimpinan kita tidak boleh hanya berbuat baik pada anggota yang kita suka saja, tetapi harus tetap bisa respect kepada angota lain secara objektif dan rasional. Karena yang paling dinilai dalam berorganisasi dan bekerja dalah karakter dan kompetensi.

Bab berikutnya adalah Be wise, bab ini membahas tentang pentingnya menerapkan sikap bijaksana untuk anak muda. Karakter anak muda yang suka meledak-ledak seringkali justru kurang menguntungkan bagi perusahaan. Oleh sebab itu sikap bijaksana ini sangat diperlukan oleh anak muda yang ingin segera sukses. Bijaksana merupakan salah satu bentuk sikap positif, dimana jika kita menerapkan sikap positif tesebut pasti akan menerima hasil yang positif, begitupula sebaliknya.

Bab selanjutnya adalah Set your  priorities right, bab ini mengajarkan kita untuk mampu membedakan mana yang mendesak (urgent) dan penting (important) terutama yang menyangkut nama perusahaan.  Dalam hal ini sesuatu yang mendesak (urgent) harus diprioritaskan untuk segera diselesaikan. Kemampuan untuk membedakan antara tugas mendesak (urgent) dan penting (important)  mesti dipahami oleh karyawan yang mau sukses, daripada nanti salah dan dapat berakibat fatal bagi perusahaan.

Know how to win menjadi bahasan selanjutnya, dimana bab ini menjelaskan bagaimana cara memenangkan negosiasi. Kita harus menyiapkan diri sebaik-baiknya, seperti menyiapkan data dengan lengkap disertai dengan fakta dan angka yang dapat membantu argumentasi kita. Dengan persiapan yang matang kita menjadi lebih yakin untuk dapat memberikan hasil terbaik bagi perusahaan kita maupun partner bisnis kita (win-win).

The art of leaderships, menjadi bagian ke enam yang melengkapi buku ini. Bagian ini mengajarkan kepada kita tentang bagaimana langkah yang seharusnsya dilakukan saat menjadi sorang pemimpin. Bab pertama dalam buku ini adalah lead by example. Menjelaskan bahwa saat memimpin baiknya dilakukan dengan memberikan contoh, tidak hanya memerintah tetapi juga turut memberikan contoh nyata supaya diikuti oleh stafnya. Jadilah pemimpin yang memberikan contoh, apapun yang dilakukan oleh tim seorang pemimpin harus bisa melakukannya, dan jangan pernah meminta tim untuk melakukan yang pemimpinnya tidak bisa lakukan.

Bab kedua dalam bagian ini adalah don’t hide, menjelaskan tentang seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab dan tidak bersembunyi dari kesalahannya. Jadi ketika anggota timnya melakukan kesalahan seorang pemimpin harus dapat mengevaluasi semua anggotanya dan memperbaiki keadaan. Kita tidak bileh bersembunyi dan menyalahkan, pemimpin yang baik akan menghadapi masalah dan mencari jalan keluarnya.

Bab ketiga dibagian ini adalah make your team performs, menjelaskan tentang peran seorang pimpinan dalam dalam memimpin sebuah tim. Seorang pemimpin mesti menjadi pecut bagi tim, menjadi banteng dan peredam bagi tim. Sebagai pemimpin kita harus menciptakan keadaan yang aman, nyaman dan tenteram, tetapi disisi lain kita juga mesti mendorong mereka untuk tetap mencapai target dan tantangan yang harus dilewati.

Bab berikutnya adalah give and recieve criticism, mengajarkan tentang belajar menerima dan memberia kritikan yang membangun. Karena untuk meraih kesuksesan kita harus selalu mau belajar dari manapun, dari siapapun dan kapan pun. Termasuk menerima kritikan dari orang lain. Sebagai seorang pemimpin kita mesti bisa menerima dan memberikan kritikan yang konstruktif supaya kita lebih bisa berkembang dan membuat tim kita lebih baik kinerjanya.

Bab selanjutnya adalah have a sense of humor, bab ini menjelaskan bahwa bercanda adalah salah satu kunci kesuksesan. Kita tidak harus selalu kaku dan formal dalam berbagai kesempatan. Adanya sedikit candaaan dan humor justru akan membuat suasana lebih cair dan memperbesar peluang kita dalam mencapai tujuan. Kuncinya satu kita harus bisa menempatkan humor atau candaan berada pada waktu dan kondisi yang tepat supaya nyaman dan tidak tegang.

Bahasan berikutnya adalah bab learn and share, mengajarkan kita untuk terus belajar dan berbagi. Jangan pelit untuk membagikan info atau ilmu baru kepada orang lain. Sebab tidak ada orang yang lebih bodoh karena berbagi ilmu dan jadi lebih miskin karena banyak memberikan donasi. Dengan banyak berbagi dan belajar tentu akan mendorong kita untuk terus semangat dalam memperbesar kompetensi kita untuk menjadi semakin baik.

Bab terakhir dibagian ini adalah create new leaders, menjelaskan tentang pentingnya menciptakan calon pemimpin baru. Sebagi seorang pemimpin kita mesti menyiapkan calon penerus kita. Seorang pemimpin mesti menjadi dapat mentor untuk para “mentee”nya supaya dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru dimasa depan yang kredibel, dan berkompetensi.

Bagian selanjutnya dan menjadi bagian terakhir dalam buku ini bertema The next level, yang terdiri dari tiga bab yaitu collaborate, leverage technology, act now!. Bab pertama, collaborate menjelaskan tentang pentingnya berkolaborasi. Kalau dulu zamannya berkompetisi sekarang adalah zamannya berkolaborasi. Dengan kolaborasi kita akan lebih cepat mencapai kepentingan perusahaan. Melalui kolaborasi juga akan mempermudah perusahaan dalam mewujudkan tujuannya. Kolaboarasi menjadi penting mengingat kita tidak bisa bekerja sendirian dan tidak mungkin kita bisa melakukan suatu pekerjaaan dengan sempurna tanpa adanya bantuan dari orang lain.

Bab kedua dalam bagian ini adalah leverage technology, yang menjelaskan mengenai pentingnya penggunaan teknologi dalam pekerjaan. Dengan pemanfaatan teknologi tentu akan mempermudah dan mempercepat kinerja persahaan. Perusahaan juga lebih gampang dan dapat melakukan efisiensi dalam melakukan berbagai kegiatannya. Intinya kita mesti mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada karena pada dasarnya teknologi itu dibuat untuk memudahkan kinerja manusia.

Bab ketiga di bagian ini adalah act now! Sekaligus menjadi penutup buku Young on Top Updated. Bab inni mengajarkan kita untuk melangkah, karena pada dasarnya sebaik apaun ide, pemikiran dan gagasan kita kalau tidak melangkah untuk mengeksekusi tentu tidak akan berhasil. Perlu kita ingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah pertama dan seterusnya, go ahead. Sebab orang sukses tahu apa yang mereka mau  capai dan lakukan. Mereka tidak takut akan kegagalan, serta mereka tidak menunda langkah pertamanya.

Tujuh bagian yang terdiri dari  40 bab dalam buku ini harapannya dapat menginspirasi para pembacanya untuk terus belajar dan berkembang sebagai usaha untuk meraih kesuksesan. Sebagai penutup dalam resume ini, saya menyimpulkan bahwa buku ini bisa menjadi panduan praktis untuk para anak muda, fresh graduate, karyawan, hingga profesional untuk mencapai sukses di usia muda. Buku ini dapat memandu kita dalam mangambil langkah-langkah strategis untuk memudahkan kita dalam mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Mengingat buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan, mudah dimengerti dan tidak terkesan menggurui. Buku ini dapat dijadikan sebagai kitab  awal untuk membuka pintu sukses.

  • view 22