Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 3 Mei 2018   07:04 WIB
Saatnya Berbenah

"Bangsa kita (Indonesia) saat ini mengalami ketertinggalan 10 tahun dari negara-negara maju dunia". Statement itulah yang menjadi tamparan keras untukku sebagai generasi muda harapan bangsa. Saat itu diberi kesempatan untuk berbincang dengan founder BukaLapak.com , Achmad Zaky. Orang desa yang punya mimpi besar membawa e-commerce asli Indonesia bersaing di kancah dunia. Saat start up sejenis di jual dan di beli oleh pihak asing, justru bukalapak ini bertahan dengan ke-Indonesiaan-nya (dimiliki dan dikelola oleh orang kita). Kembali lagi ke statement awal, "jika saat ini saja kita tertinggal 10 tahun dari bangsa maju dunia" (seperti jepang, korea, amrik, jerman dll), bagaimana cara kita untuk mengejarnya, bagaimana supaya bangsa kita setara, dan memiliki daya saing yang sama terhadap negara maju tersebut?. Hati kecilku makin goyah saat dilontarkan kalimat, "saat anak muda negara-negara tersebut sibuk kerja keras, mendedikasikan waktu mereka untuk belajar serius, mengejar mimpi dan mewujudkannya, bagaimana dengen generasi muda kita? apakah masih suka alay-alayan, drama untuk hal yang tidak penting, membicarakan dan membahas yang sama sekali tidak mengedukasi, like gossip, nyiyir dan komen alay di medsos. Come on, apakah mental kita mental murahan seperti itu, tidak adakah yang lebih bermanfaat untuk dibicarakan dan dibahas hingga dapat berkontribusi dalam pemecahan masalah bangsa ini?. Saat generasi muda negara maju menciptakan beragam aplikasi-aplikasi keren, justru generasi muda kita malah enak-enakan memakai dan bahkan sangat aktif memainkan ragam apps besutan asing tersebut". Apakah kita akan tetap menjadi bangsa tertinggal, dipadang sebelah mata dan selalu ditinggalkan?

Makin keos perasaanku mendengar kaliamat-kalimat itu, berkecamuk hebat nan luar biasa, "kontribusi macam apa yang sudah aku dedikasikan untuk  bangsaku, untuk negaraku?", setidaknya itulah pertanyaan-pertanyaan yang seringkali menuntut jawaban dari diriku sendiri. Sebagai anak muda, mau tidak mau bangsa ini akan menyerahkan dirinya untuk ku bawa, ku kelola dan ku pimpin. Tapi, "sudah sampaimanakah kesiapanku sebagai anak muda penopang bangsa kelak?", Ah ini menjadi bagian-bagian kecil yang menjadi PR-ku untuk terus belajar dan develop my self.

Lantas sudah berbuat apa dan sudah sampai mana perjuangan generasi muda Indonesia?, aku berani mengatakan, sudah banyak tapi butuh lebih banyak lagi pemuda yang mau bekerja keras dan berinisiatif maju, serta mau mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia lebih baik. Bukan waktunya untuk terus berleha-leha, sudah waktunya kita bersinergi bersama karena inilah moment nya pemuda seperti kita. Saatnya pemuda Indonesia keluar dari zona nyaman, jangan hanya mau menjadi penikmat karya orang asing, tapi berusahalah agar karya mu dinikmati dan diapresiasi oleh orang atau bahkan negara lain. Tetap semangat, kerja keras dan kita kejar ketertinggalan kita supaya mampu berdiri sejajar dengan Top country in the world. Salam.          

 

Karya : amiril ardiansyah