Belajar untuk memahami dan mendalami supaya bisa mengamalkan apa yang sudah dipe

amiril ardiansyah
Karya amiril ardiansyah Kategori Agama
dipublikasikan 26 Agustus 2017
Belajar untuk memahami dan mendalami supaya bisa mengamalkan apa yang sudah dipe

Tulisan ini lahir karena keresahan penulis terhadap kondisi dunia kekinian yang memunculkan golongan-golongan berpikir dangkal dan bersumbu pendek. Terlebih dengan membawa-bawa nama agama tertentu. Mari kita tebar sifat pengasih dan penyayang kepada sesama, bahkan kita dianjurkan untuk selalu berbuat baik ke semua makhluk.  Mari terus belajar dan menyemai bahasa kasih untuk membangun peradaban yang lebih baik. Terus belajar dan mengambil pelajaran, serta mengajarkan   itu yang penting.

Hal pertama untuk seorang pembelajar itu adalah baca, sebagaimana yang diperintahkan Tuhan pada seseorang yang sangat berpengaruh di dunia. Kemauan untuk membaca menjadi langkah pertama seseorang untuk mengetahui sesuatu. Tidak hanya sebatas itu, jika kau ingin mengetahui lebih dalam jangan hanya sekedar membacanya saja. Melainkan kau harus berusaha untuk memahaminya. Saat kau memahami makna kalimat yang kau baca, sangat mungkin kau akan lebih bijak dalam menyikapi sesuatu, karena sebuah kalimat atau kata itu selalu memiliki makna tersirat dan tersurat. Oleh sebab itu jangan hanya memandang dari sisi tekstual atau yang nampak saja. Perlu pula kita memahami secarfa kontektual dan kondisinya seperti apa. Misalnya, ketika seseorang mengatakan, “aku menyayangi mu”. Apakah serta merta kau akan mempercayainya? Jangan-jangan itu hanya sebuah ungkapan untuk sekedar menyenangkanmu, padahal aslinya dia tidak sayang. Apakah orang yang tersenyum padamu itu tulus? Belum tentu, karena banyak pula hal hipokrit dan banyak pula manusia yang bermuka dua. Selalu memberikan makna ganda, yang entah baik atau tidak. Begitu pula dengan kalimat yang tertulis ataupun dituliskan, tentu juga memiliki makna dan maksud lain dibalik tertulisnya sebuah kata yang menjadi kalimat. Dan disinilah konteks memahami itu menjadi penting.

Langkah berikutnya adalah mendalami. Cari tahu sejarah, asal muasal munculnya sebuah kalimat atau ungkapan-ungkapan itu. Hal ini penting supaya kita tahu dalam menggunakan dan menempatkan sudut pandang. Supaya kita lebih bijak dan tidak mudah menjudge atau mengambil keputusan secara sepihak. Apalagi dengan membawa ayat-ayat kitab suci umat beragama untuk menjustifikasi suatu permasalahan.  Setelah berhasil menemukan maksud dan makna dalam untaian kalimat ataupun kata sudah selayaknya kita wajib untuk mengamalkan untuk kemudian disebarkan. Hal ini bermaksud untuk terus mengalirkan dan menularkan ilmu pengtahuan supaya tidak terputus atau bahkan hanya dipahami secara setengah-setengah, seperempat-seperempat, atau bahkan bagian lebih kecilnya.  Pada intinya, teruslah belajar dan jangan mudah berpuas diri, karena dengan terus belajar kita akan semakin terus berkembang.

  • view 32