MAHASISWA DAN DOSEN YANG DIRINDUKA

Amie Primarni
Karya Amie Primarni Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Juli 2017
MAHASISWA DAN DOSEN YANG DIRINDUKA

Dr. Amie Primarni 
 
Di jalan saya menerima pesan dari Rita Rajin.  "Bu, posisi dimana, ngajarkah sore ini?". Saya balas, "Insya allah, ini otw ke kampus". "Baik, bu, terima kasih". Ini mahasiswa saya yang rajin kirim sms setiap minggu saat jadwal saya mengajar. Karena rajin sms dan rajin masuk di kelas saya,  maka   namanya saya save jadi Rita Rajin. 
 
Tapi jangan tanya,  kalau mahasiswa  yang gak rajin, di save jadi namanya apa ya..wkwkwk... 
 
Saya selalu bilang ke mahasiswa saya.Jika WA ke saya sebut nama dan kampusnya, karena jumlah mahasiswa yang saya ajar cukup banyak. Jadi tidak semua mahasiswa nomernya saya save. Biasanya yang saya save ya ketua kelas. Atau satu dua mahasiswa yang *eye catching*. 
 
Saya sebenarnya tidak tahu jadi Dosen yang baik itu seperti apa. Tapi saya tahu bangettt jadi mahasiswa yang baik dan bener  itu yang seperti apa. 
 
Pertama, kesantunan. Mahasiswa yang santun dan beretika. 
 
Tahu menempatkan diri, berpakaian rapi, paham kalau masuk kelas tidak terlambat, paham kalau masuk kelas ketuk pintu. Paham kalau di kelas tidak asiik berhp ria atau ngobrol.
 
Santun dalam komunikasi baik lisan maupun tulisan atau sms. 
 
Ketika mengirim sms ucapkan salam di awal kalimat. Gunakan kata *saya* dan buat kalimat yang baik serta tuntas. Tidak menggunakan kata *aku*, apalagi *aq*. Akhiri dengan ucapan terima kasih. 
 
Kedua, fokus. Ketika menginjakkan kaki di gerbang kampus. Niatnya memang belajar. Saat masuk kelas niatnya belajar. Saat di dalam kelas ya belajar. 
 
Belajar itu apa ya ? Belajar itu mendengarkan, menyimak, mencatat apa yang dijelaskan. Membaca buku referensi yang telah diberikan. Belajar itu berarti mengulang kembali apa yang diberikan di kelas dan memahaminya dengan mengerjakan tugas-tugas. 
 
Fokus itu juga berarti kalian punya target untuk mencapai nilai berapa dalam ujian-ujian. Fokus itu juga berarti duduk hingga jam matakuliah berakhir. Bukan sebentar-sebentar keluar. Duuhh...kalau Dosennya ngebosenin gimana... itu akan di bahas tersendiri ya... 
 
Ketiga, aktif dan pro-aktif. Kalau tidak tahu, coba cari tahu. Kalau tidak paham,  coba cari caranya hingga paham. Kalau tidak bisa, latihlah sampai bisa. Jangan diam dan pasif. Kampus adalah tempat kalian menempa diri. Jadikan kampus sebagai ajang dimana kamu bisa optimal. 
 
Naah... itu kalau mahasiswa baik dan bener. Terus kalau Dosennya gimana ? Yaah, mahasiswanya aja musti santun, maka dosen harus menjadi role model kesantunan. Mahasiswa aja musti fokus, maka dosen harus lebih fokus lagi. Mahasiswa harus aktif dan pro-aktif maka dosen harus tahu mana mahasiswa yang sudah baik progressnya dan mana yang belum. Sama Dosen juga harus open mind dan senantiasa mencari hal-hal baru yang belum dikuasainya. 
 
Enak kan kalau kita jadi Dosen yang dirindukan kehadirannya. Dan kitapun selalu merindukan mahasiswanya... 
 
Kalau soal jatuh hati...itu lain perkara ya... 
 
Belajar dan Mengajar itu sama-sama membutuhkan kualitas persona.

  • view 18