MEMBIMBING DENGAN HATI

Amie Primarni
Karya Amie Primarni Kategori Inspiratif
dipublikasikan 24 Juli 2017
MEMBIMBING DENGAN HATI

Dr. Amie Primarni
 
Moment yang paling mendebarkan bagi mahasiswa adalah saat bimbingan akhir. Entah itu skripsi, thesis atau disertasi. 
 
Mengapa mendebarkan, pertama mahasiswa belum kenal dengan Dosen pembimbingnya. Bahkan mungkin saja belum pernah diajar olehnya.
 
Kedua,moment skripsi durasinya pendek sekitar 3 bulan jadi ada dateline waktu yang membuat jadi tegang. 
 
Ketiga, mahasiswa belum menguasai materi dan metode penelitian. 
 
Di awal bimbingan biasanya saya habiskan dulu meluruskan mindset apa itu karya ilmiah, kemudian mereka harus paham betul proses dan langkah menyusun karya ilmiah. Lalu bersama-sama membuat target penyelesaiannya. Pengalaman saya, pertemuan pertama mereka tergagap-gagap. Karena mereka harus mengejar ketertinggalan pemahamannya. 
 
Saya sebagai Dosen pembimbing, pertemuan pertama adalah perkenalan. Saya bisa tahu anak yang tangguh atau anak yang lemah. Anak yang cerdas atau sedang. Dua kemampuan yaitu ketangguhan dan kecerdasan inilah yang membuat mereka bisa menyelesaikan tugas akhir dengan baik. Tangguh saja kadang tidak cukup kalau tidak.menguasai konten. Cerdas saja kalau tidak tangguh akan cepat putus  asa atau gede ambeg karena merasa pintar. 
 
So, jadi tugas akhir itu hanya butuh minimal dua kemampuan tangguh dan cerdas. Untuk bisa tangguh, ya harus sabar dan ilklas dibimbing. Untuk bisa cerdas ya bukunya dibaca dan dipahami. 
 
Kenapa bagi saya memahami kapasitas mahasiswa penting. Begini, jika saya menjumpai mahasiswa yang cerdas dan tangguh saya bisa mengarahkan mereka untuk mencari bobot penelitian yang lebih tinggi. Sehingga kecerdasannya bermanfaat. Jika saya menjumpai mahasiswa cerdas tapi kurang tangguh, saya minta komitmennya sehingga bimbingan bukan hanya masalah konten tetapi sekaligus karakter agar kecerdasannya tidak sia-sia. 
 
Jika saya menjumpai mahasiswa kapasitas sedang tapi tangguh. Saya akan membimbingnya lebih banyak waktu dan step by step. Jika saya menjumpai mahasiswa sedang dengan ketangguhan sedang. Saya menatapnya dan bertanya....kamu bisa dan sanggupnya meneliti apa ? 
 
Cuma itu kok... saya ingin moment bimbingan itu punya makna yang berarti buat kalian. Kalau saya tegas karena saya harus meluruskan apa yang keliru dan memaksamu untuk cepat menguasai. Tidak ada waktu untuk berleha-leha dan berlama-lama. Kalian akan tertinggal jika berlama-lama. 
 
So selama kamu bikin sendiri skripsinya. Dan tidak copy paste.  Gak usah takut karena kamu tahu apa yang kamu  tulis. Dan kamu paham apa yang kamu tuangkan didalam skripsimu. Itu namanya berani bertanggungjawab.
 
Tidak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan berguna untuk menangkap dan memahami materi. Ketangguhan dibutuhkan untuk menjadi landasan sampai ke garis finish. 
 
Kamu tangguhkan ? Insya allah cerdas. 
Kamu cerdaskan ? Harusnya juga tangguh. 
 
Coba tebak, mana mahasiswa dan mana dosen pembimbingnya.... hayooo...

  • view 25