Cinta Imaji (4)

Amie Primarni
Karya Amie Primarni Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Mei 2017
Cinta Imaji (4)

Jika ditanya mana lebih nyaman termenung dan berimajinasi atau berkumpul bersama orang. Maka merenung dan berimajinasi adalah pilihannya. 

Bagi Anggi sendiri itu menenangkan, membuatnya leluasa dalam mengambil keputusan, terutama untuk mengesksekusi imajinasinya yang liar. Ya....Anggi mampu melakukan sebuah langkah yang terintegrasi yang mungkin belum bisa terbayang oleh orang. 

Kemampuannya dalam melihat dan memprediksi apa yang bakal terjadi beberapa waktu kemudian adalah hasil kerja kemampuan imajinernya yang nyaris tak bisa diam.

Tentu saja pernikahan adalah perjuangab besar baginya. Dia harus meredam imajinasinya yang luar biasa agar bisa menyaman frekwensinya dengan suaminya. Tapi ini tak mudah bagi Anggi, dia harus kehilangan separuh jiwa petualangnya. 

Jika Anggi sedang menemukan dorongan imajinernya maka dia bisa bergulat berhari-hari dengan pikirannya sendiri. Anggi sesungguhnya tak pandai dalam mengemukakan perasaannya, meski dia pandai bekomunikasi. Kemampuannya dalam beradaptasi pada titik tertentu amat mengagumkan. Orang yang belum mengenalnya benar tak bisa dan tak mau percaya bahwa Anggi sangat menutup perasaannya yang paling dalam. Dia tutup semua rasa kecewa, sedih dan marahnya. Dia menyublimnya dengan menghadirkan kebahagiaannya sendiri, bergelut dengan imajinasinya.

Tak heran jika Cinta Imajinya tak akan berhenti. Bahkan saaat tidurpun Cinta Imajinyalah yang mampu membuatnya tenang. 

 

  • view 34