Cukup dan Akui Saja.

ami edelweiss
Karya ami edelweiss Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Agustus 2016
Cukup dan Akui Saja.

Cukup dan Akui Saja.

Akan ada hari dimana kamu merasa tidak adil. Akan ada hari dimana kamu merasa paling bahagia. Akan ada hari dimana kamu merasa tidak tahu harus apa. Bahkan akan selalu ada hari dimana kamu harus terus melakukan sesuatu meski tanpa kamu tahu berapa nilai bahagianya. Seringkali tak perlu tahu bagaimana orang lain menilai. Karena cukup kamu jadi bermanfaat, bahkan meski hanya utk seekor hewan kecil seperti semut.

 

Ada masa saat kamu harus berangkat pagi kemudian menyambut murid-murid sebelum masuk kelas, sambil memasang wajah tulus nan ceria menyemangati mereka sebelum belajar. Di saat yg lain mungkin masih sarapan sambil membaca koran atau menonton TV. Bahkan mungkin sedang "berkaraoke" di kamar mandi.Di lain sisi, kamu diharuskan berangkat siang-siang panas krn panggilan tugas tiba-tiba. Mendadak. Rapat koordinasi mendadak krn kejadian yg tak terkondisi, atau mungkin harus turun ke lapangan krn ada kecelakaan atau apapun. Padahal bisa jadi yg lain sedang asik makan atau malah sedang istirahat siang.Kemudian, boleh jadi kamu di bagian saat harus berangkat sore utk persiapan dinas malam sampai pagi demi mereka yg membutuhkan kamu di malam bahkan dini hari. Saat mungkin yg lain sedang menikmati terbenam mentari atau sedang bercanda dg keluarga sepulang kerja. Bahkan mungkin, kamu harus berangkat malam, pun larut malam utk tetap siap berjaga bagi siapapun yg membutuhkan, Bahkan utk menyiapkan kebutuhan-kebutuhan acara esok. Di saat banyak yg lain terlelap, saat banyak yg lain tidak siap terjaga seperti kamu.

  

Maka ketika tidak ada kata lain selain lelah, akui saja memang kamu sedang lelah. Berhenti sejenak dan muhasabah adalah masa refleksi paling baik. Kadang, kamu juga tak perlu mengharuskan sesuatu berjalan baik krn kamu. Bisa jadi, saat itu adalah momen bagi orang lain. Kesempatan utk orang lain. Akui saja.Ketika itu semua terjadi. Ujung dan mula dari setiap kejadian sebenarnya adalah kamu, bukan yg lain. Tapi kamu dan campur tangan Rabb-mu. Berperan sebaiknya saat memang momen mu tiba, meskipun di sisi lain kamu cukup jadi penikmat teh hangat dan kue kecil di sore hari tanpa perlu kamu disibukkan penyajiannya. Cukup nikmati saja.

 

 

Hidup itu tidak akan habis kamu pikirkan. Tapi akan habis saat kamu mementingkan, memikirkan akhiratmu. Tanpa pernah kamu ketahui bagaimana akhirat mu. Maka penuhi dg sepenuh kemampuanmu utk masa nanti yg pasti datang kepada setiap kamu, tanpa terkecuali.

3 Agustus 2015
#Setahun Kemarin

  • view 188