Saya Cinta Kamu

ami edelweiss
Karya ami edelweiss Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 April 2016
Saya Cinta Kamu

Ini tentang cinta.
 
Tentang kamu yg pertama kali saya temui sulit sekali utk saya dekati. Tentang kamu yang dari jauh nampak menyenangkan, namun menjauh saat didekati. Tentang kamu yg punya bahasa yg sulit saya pahami yg itu membuat kita semakin sulit utk dekat.
 
Itu lampau.
 
Suatu hari, semakin hari, nampak kita mulai saling memahami. Kamu mulai mau main bersama saya, sesekali menertawai saya, sesekali marah juga kepada saya tapi satu yg saya ketahui bahwa kita sudah mulai berproses utk saling memahami.
 
Kadang merasa kamu cuek kepada saya, maka saya juga cuek saja. Cuek saja seolah kamu hanya berpura-pura. Cuek saja sambil optimis kita akan bisa dekat suatu hari nanti. Karakter khas yg membuat saya memahami bagaimana mendekatimu. Bukan cukup 1-2 hari, bisa jadi berbulan-bulan. Tapi pasti bisa.
 
Belajar memberanikan diri memelukmu meski kadang kamu suka kadang cuek tapi yaa sudahlah. Kamu terlalu banyak istimewanya utk saya kesal saja cuma karena hal-hal kecil.
 
Masa lampau.
 
Sudah lewat.
 
Sekarang sudah berbeda.
 
Tak perlu tanya, butuh waktu berapa lama utk dekat denganmu.
 
Saya hanya lihat masa ini.
Saat saya datang, kemudian kamu duluan menyapa saya dengan "miss ami" lalu dibubuhi senyum em.. Tepatnya cengiran khas gayamu. Saat ada yg tiba-tiba memeluk lalu mengajak main sambil menertawai saya. Saat ada yg tiba-tiba memukul saya krn saya tertidur saat jam belajar denganmu. Oh, terimakasih sudah mengingatkan. Saya kesal, tapi cuma sedikit. Lebih besarnya itu tentang perasaan bagaimana proses dekat denganmu. Bersyukur, ini nama perasaannya. Jadi bukan senang atau sakit, melainkan bersyukur.
 
Saat ini..kita lagi belajar lagi. Lagi berproses lagi.
 
Kamu sedang tidak mau diajari menulis. Kamu menolak dengan berbagai cara padahal saya yakin kamu bisa. Berbagai cara kamu lagi-lagi menghindari saya. Kadang tiba-tiba minta izin pipis lalu berlama-lama di kamar mandi, kadang pura-pura mengantuk dan tidur-tiduran, kadang marah lalu mengacak-acak seluruh isi meja, membuang barang, merobek kertas latihan, dsb.
 
Kadang sedih melihatmu seperti ini. Tapi kamu sebenarnya hanya sedang berproses menerima sesuatu yg lebih baik buatmu. Sedangkan saya sedang berproses utk menerimamu atas seluruh keunikanmu, keluarbiasaanmu. Tak pernah punya mimpi-mimpi lebih kepadamu. Saya cukup tahu bagaimana keadaanmu, karaktermu, kapasitasmu dan bagaimana campur tangan Rabb Semesta Raya terhadap mu, terhadap kita.
 
Terimakasih sudah membuat saya banyak belajar dan tidak berhenti belajar. Terimakasih sudah mengajari bagaimana caranya bersyukur utk setiap hal yg kita lalui, kita miliki.
 
Ini tentang cinta.
 
Tentang kata kerja "cinta". Sejatinya, ia akan terus bekerja dan berproses, kemudian berhenti saat rezeki telah usai, saat usia telah cukup, saat ruh harus kembali kepada Penciptanya.
 
#Butterfly_me
#Inspiring from Karla Damiana dan Kamu