Setidaknya Aku Harus Tetap Memiliki Harapan

Amar Faizal
Karya Amar Faizal Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 April 2016
Setidaknya Aku Harus Tetap Memiliki Harapan

Muak....!!! Mungkin kata itu yang paling pas mewakili kondisi pikiran saya, sesaat setelah mengikuti dan menyimak informasi di media-media tentang keadaan bangsa hari ini.
Sampai kapan gejolak ini akan berakhir? apakah mengharapkan waktu surutnya adalah harapan yang utopis?

Di tengah gonjang-ganjing kehidupan bangsa, dari tingkat elit sampai ke tingkat alit, kisruh politik yang seakan tak ada hentinya, pemuka agama yang kadang lupa sorban dikepalanya, Seringkali membuat kita (khususnya generasi muda) menjadi pesimis bahkan apatis untuk ikut andil dalam membenahi bangsa.
Gaya hidup menjadi lebih individualis dan rasa empati terhadap kemerosotan bangsa kian memudar.
Peradaban macam apa yang kelak akan diwariskan kepada generasi selanjutnya? Alih-alih menghadiahkan kemajuan, kita malah menyusun banyak tugas untuk mereka, dan apakah kelak mereka mampu mengembanya? entahlah.

Setidaknya hasrat untuk acuh sedikit tertahan, dan memang seharusnya saya menahan diri untuk tidak acuh terhadap keadaan ini.
Kemudian saya terpanggil untuk membaca lembaran-lembaran buku yang mengisahkan kisah heroik tokoh-tokoh revolusioner.

Setidaknya ungkapan seorang aktifis kulit hitam asal Afrika, Desmond Tutu mewakili semangat perjuangan mereka yang selalu percaya dan tak penah putus harapan untuk kebaikan dan keadilan. Beliau bertutur bahwa “Harapan adalah menumbuhkan kesanggupan. Memandang bahwa disana selalu ada cahaya, meskipun segala yang nampak dipenuhi dengan kegelapan”

Iya harapan memang abstrak, tapi itu adalah senjata yang ampuh namun juga rapuh.
Ampuh, karena musuh kita saat ini pun abstrak. Musuh kita yang paling berbahaya adalah kebodohan, kemalasan, ketamakan, dan sifat pesimistis yang bersemayam di dalam diri sendiri.
Rapuh, karena kita terkadang membiarkan harapan hanya bersemayam dalam pikiran, dan tidak menggunakanya sebagai spirit perjuangan. Akhirnya harapan menjadi angan-angan.

  • view 116