Ramadhanku, Ramadhanmu Juga.

Amalina ILma
Karya Amalina ILma Kategori Renungan
dipublikasikan 09 Juni 2017
Ramadhanku, Ramadhanmu Juga.

Ramadhan di bumi ini sudah mencapai 1438 tahun Hijriyah/2017 tahun Masehi. Sudah lama ya Ramadhan hadir setiap tahun untuk manusia, untuk para makhluk. Betapa baiknya dia, selalu setia setiap tahunnya demi membuat manusia, makhluk paling tersohor di muka bumi ini, menjadi lebih mawas diri. Ramadhan hadir agar manusia bisa memperbaiki dirinya, menambah amalnya, menghapus dosa-dosanya dan tentu saja yang paling penting adalah agar manusia tambah akrab dengan Tuhannya. Dengan segala kemuliaan yang dibawa oleh Ramadhan, akankah manusia menodainya dengan terus-terusan terbelah, mendzolimi diri sendiri dengan prasangka-prasangka yang merugikan? Sungguh sayang.

Selayaknya profesi, sebagai manusia ciptaan Tuhan hendaklah kita profesional bekerja sesuai jobdes yang telah diberikan kepada kita, sebagai manusia. Karena kita hanyalah wayang yang harus siap dilakonkan apa saja dan kapan saja oleh sang dalang. Sebagaimana tujuan dari puasa Ramadhan adalah menjadikan diri sebagai orang yang bertaqwa. Seperti namanya, puasa juga harus dijalani lahir bathin. Bukan hanya mampu menahan lapar haus saja, tapi juga harus bisa menahan segala gejolak, emosi, prasangka buruk, dan niat-niat jelek yang menggoda. Apa salahnya sejenak 'leren' dulu dari hingar-bingar dunia dan berpikir positif agar semuanya nyaman. Ramadhan datang tidak dua kali dalam setahun, dan mestinya kesempatan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk bisa mengakrabkan diri dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan semoga berkah Ramadhan terus mengalir sepanjang tarikan-hembusan nafas, semoga kita tetap bisa me-Ramadhan-kan hidup kita selanjutnya. 

#HentikanPrasangka

  • view 73