Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 3 Maret 2017   15:26 WIB
Mataku Penuh Mata

Mataku penuh mata-mata

Di mataku, mata-mata orang lain mendirikan penginapan

Membuat ayunan sambil memata-matai apa yang dilihat oleh mataku

Beberapa orang bahkan membangun gedungnya di ingatanku

Membangunnya megah, mewah tapi susah dijangkau langkah

Aku jadi tidak bebas berjalan-jalan

Seribu gedung memenuhi setengah halaman ingatan

Pengap, panas, minim celah ventilasi

Kepalaku, kantor paling sibuk

Memikirkan segala kemungkinan baik dan buruk

Sibuk mereka-reka sibuk menduga-duga

Membenarkan prasangka yang belum tentu shahih faktanya

Dan seringkali sesak napas dalam pikiran sendiri

 

 

Karya : Amalina ILma