Logaritma Cintaku

Amalia Nur Cahyani
Karya Amalia Nur Cahyani Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 16 April 2016
Logaritma Cintaku

Logaritma Cintaku
Oleh: Amalia Nur Cahyani

Cinta pertama kah? Aku tidak begitu yakin apakah ini cinta pertama atau bukan. Menurut cerita-cerita yang pernah ku dengar cinta pertama adalah cinta yang sulit dilupakan. Lalu ada juga yang bilang kalau jantung yang berdegup, seperti getaran drum di karnaval 17 Agustus begitu melihat seseorang untuk pertama kalinya, itu juga cinta pertama.
Cinta pertama? Entahlah !!! Aku pikir aku pernah merasakannya apa itu jatuh cinta. Entah itu cinta atau bukan aku masih belum bisa memahaminya. Aku tak mengerti bagaimana itu berawal. Yang masih aku ingat betul sampai saat ini adalah bahwa perasaan itu entah bagaimana caranya membuat jantungku seperti tersetrum aliran listrik yang aneh. Terasa sakit tapi sakit yang aneh pikirku saat itu. Aku masih tak mengerti.

***
Aku pernah mencintaimu. Sejak Sembilan tahun lalu. Ketika aku belum mengerti benar apa makna “cinta”, apa makna “suka”. Ketika aku belum mengerti kenapa aku suka melihatmu dari jauh, dan semuanya terasa menyakitkan karena jatungku melompat-lompat membuat dadaku terasa sesak dan mengahalangi aliran darahku saat kau tak jauh dariku. Aku merasa malu untuk sekedar lewat depan rumahmu setiap aku berangkat dan pulang sekolah. padahal saat itu entah kau ada atau tidak dirumah dan melihatku atau tidak, aku tetap merasa gugup. Ahh,,,sial!!! Aku salah tingkah.
***
Aku tak pernah melihatmu sebelumnya. Aku pun juga tak tahu siapa namamu dan dimana rumahmu. Karena memang karena aku orang asing disini, Orang baru. Pertama aku melihatmu bersama teman-temanmu. Sore itu kali pertamanya aku menemukanmu. Bersama gerombolan anak laki-laki yang berjalan lewat depan rumahku setiap sore untuk bermain bola di lapangan dekat rumahku. “Siapa dia??apakah anak baru? “ tanyaku dalam pikiranku sendiri.
Entah mengapa sejak saat itu aku suka memperhatikanmu. Secara sengaja aku setiap sore aku keluar rumah hanya untuk sesaat memperhatikanmu dari dalam toko tanteku, saat kau bersama gerombolan teman-temanmu berangkat ke lapangan bola samping rumahku. Mulai detik itu aku menyadari bahwa aku mengagumimu. Ya!!! Aku menjadi pemuja rahasiamu.
Waktu terus berlalu. Dan aku masih tetap sama. Sebagai anak gadis yang mulai masuk dalam dunia remaja. Anak gadis yang diam-diam setiap sore mencuri pandang kepadamu dengan jantung yang terus melompat-lompat. Sakit tapi menyenangkan. Haahh…love is sweet torment. Cinta adalah sikasaan yang mengasikkan.
Secara rapi dan halus aku coba mencari segala sesuatu tentangmu. Siapa namamu dan dimana rumahmu. Dan tanpa sengaja pagi itu aku menemukanmu. Aku melihatmu. Motor merah itu. Seragam putih abu-abu itu. Dan topi hijau lumut itu. Nafasku terhenti sejenak dan jantungku sangat berdebar saat itu. Hanya beberapa detik saja. Namun bisa membuatku jatuh lemas setelahnya. Ohh,,,perasaan macam apa ini???
***
Sejak pertemuan tak sengaja itu, aku selalu merasa gugup setiap berangkat sekolah dan harus melewati depan rumahmu. Diam-diam melirik kearah rumahmu. Masih terlihat motor merahmu terparkir rapi di belakang gerbang hitam itu dan Nampak mengkilat karena mungkin sudah kau lap berkali-kali sampai licin. Ahh,,nampaknya kau belum berangkat sekolah, pikirku saat itu dan lagi-lagi aku menjadi salah tingkah.
Sandy. Dengan mengorek-ngorek informasi dari teman-teman bermainku aku sekarang tahu. Namamu Sandy, rumahmu tak jauh dari rumaku, dan kau saat itu kelas 2 SMA. Informasi sederhana ini cukup membuatku senang. Setidaknya aku tak harus menjulukimu dengan inisial “Mr. A – Mr.Z” seperti teman-temanku saat sedang mengagumi seseorang. ABG yang konyol.
***
Aku masih tetap saja stay sebagai pemuja rahasiamu. Yang setiap pagi dengan seragam biru-putih, sepeda “ontel” dan tas dalam keranjang dan setiap pagi pula merasa tersengat listrik saat sekedar lewat depan rumahmu. Bedanya kini aku merasa menjadi ABG beneran.
Tahun ajaran baru dimulai. Aku kelas 2 SMP dan artinya kau kelas 3 SMA. Secara alamiah Aku mulai memperhatikan penampilanku. Memberikan perhatian lebih kepada tubuhku. Tak seperti tahun lalu. Kata orang masa ini disebut “puber”. Dan semua itu beralasan tentunya. Kamu. Alasan itu adalah kamu.karena ingin mendapat sedikit saja perhatian darimu. Ahh,,, ternyata jatuh cinta selain membuat orang merasa sangat hidup terkadang juga membuat merasa bodoh.
Hingga suatu hari pada saat menit terakhir pelajaram Matematika guru memberikn tugas agar lusa membawa buku tentang Logaritma, Matematika bagiku terlalu rumit, terutama tentang Logaritma, sinus, cosinus,,ahh.. itu cukup membuat pusing kepala Barbie. Sama halnya dengan perasaanku kepada Sandy.
Tapi ternyata, Tuhan memang baik, selalu ada jalan bagi pecinta, walaupun hanya buat orang yang jatuh cinta diam-diam. Setelah bertanya kesana kemari siapa yang punya buku tentang “Logaritma” ada yang bilang kalau si Sandy punya. Kesempatan !!!. Pikirku saat itu. Tapi aku terlalu malu jika aku harus meminjam kepadanya. Kenal saja tidak. Bagaimana aku bisa pinjam buku padanya. Dan karena kebaikan Tuhan lagi, setelah tanya kesana kemari ternyata memang tidak ada yang punya buku Logaritma yang pada akhirnya membuatku bisa bekenalan dengan Sandy. Ohh,,,terima kasih Tuhan! Ucapku dalam hati.
***
Guratan senja sore itu menjadi saksi perkenalan pertamaku dengan Sandy. Dengan perasaan berdebar-debar antara senang, takut, malu, panas-dingin semua bercampur jadi satu saat untuk pertama kalinya kucoba menghubungi Sandy dengan HP Nokia 3315 kebangganku waktu itu. Aku mendapakan nomor HP nya dari salah satu teman bermainku di rumah yang kenal dengan Mas Sandy, begitu temanku memanggil Sandy. Masih dengan perasaan berdebar kubuka contact di HP ku. Kucari nama Sandy dan kupencet tombol call. Sebelumnya tak lupa kugunakan fasilitas #31#08xxx…yang diberikan operator. Dengan demikian nomorku tidak akan terlihat hohoho.
“tuutt,,,tuutt..tuutt..tuutt..” dengan setengah menahan nafas kucoba mendengarkan Sandy dari jauh. Dan tiba-tiba..
“kleekk” tedengar nada saat orang mengangkat telefon.
Nyaliku menciut. Segera kuputus hubungan telepon pertamaku. Dengan mengutuki diri sendiri, aku lemas. Tak sanggup lagi jika harus menghubungi Sandy.
Malam, menjelang tidur Aku berada dalam konflik batin. Antara Sandy dan buku Logaritma. Dan entah kerasukan setan darimana ku kirim pesan singkat ke Sandy
“Assalamualaikum..Sandy..!!!” Lagi-lagi sambil mengutuki diri sendiri.
“Tiit,,tiit,,tiit,,tiit,,” nada suara pesan masuk. Segera cepat-cepat aku membukanya. Balasan dari Sandy. Hatiku berdesir.
“Siapa?” balasan yang singkat tapi mampu membuat jantungku terasa seperti habis lari-lari keliling halaman sekolah.
“ini Aku, Putri,,temennya Mbak Irma”
“ ohh,,iya,,ada apa?” tanyanya singkat
“ kamu punya buku Logaritma? Kalau punya aku boleh pinjam?” Kucoba langsung to the point biar nggak dikira cewek ganjen yang suka basa-basi sama cowok.
“ohh,,iya ada,,besog pagi datang aja kerumah, aku siapin” jawabnya.
Aku terdiam sesaat, setengah tersadar dan tidak. Aku masih syok. Dan ketika aliran darah sudah kembali ke otakku, aku mulai bisa berfikir. Terjadi keributan dahsyat di otakku yang merembet sampai hati, dan bahkan jantungku.
“ Oh My God.. datang kerumahnya?? Yang benar saja?? Bertemu dengannya tanpa sengaja saja aku merasa lemas. Bagaiman jika harus bertemu langsung, terlebih lagi dirumahnya. Bagaimana jika nanti tiba-tiba Aku pingsan saat menemuinya??” protes otakku saat itu. Tapi tidak demikian dengan hatiku karena dia seperti mendapat undian berhadiah rumah mewah seisinya dan fasilitas-fasilitas super mewah lainnya. Kurasa mulai tumbuh bibit Ge-Er di dalam hatiku
“ Sandy meresponnya. Apakah dia juga merasakan apa yang kurasakan?”. Benar-benar Ge-Er stadium akut. Hanya karena balasan pesan singkat soal pinjam meinjam buku Logaritma tiba-tiba sesaat otakku jadi tidak waras, menjadi ngawur. Semrawut. Sama halnya saat aku harus berhadapan soal-soal Logaritma yang selalu membuat pusing kepala Barbie.
Tiba-tiba tercium bau sesuatu yang terbakar. Dan seketika perlahan ku lihat ada asap tipis di dalam kamarku. Oh tidakk… dari ubun-ubunku dan punggungku keluar asap. Oh,,tidak,,aku terbakar. Setelah Aku cek ternyata telah terjadi bentrok antara otak dan hatiku karena berbeda pendapat tentang cinta logaritmaku ini. Awalnya hanya selisih pendapat biasa tapi akhirnya karena saling terpancing emosi mereka saling beradu satu sama lain dan tak pelak juga menimbulkan kebakaran di lokasi kejadian. Di dalam diriku. Ohh,,,kabut asap semakin tebal rupanya. Dan tiba-tiba..*plaaakkk..*
Aku tersadar dari imajinasi gilaku sendiri dan segera membalas pesan Sandy.
“oh iya,,oke besok pas berangkat sekolah aku mampir ambil bukunya..sebelumnya makasih yaa” Kali ini Aku coba sedikit basa-basi untuk menutupi konflik batinku.
***
Dan malam ini pun berlalu begitu cepat. Seakan ia juga ikut tak sabar atas pertemuan pertamaku secara khusus dengan Sandy. Meskipun hanya sekedar acara pinjam buku tapi itu ku anggap sebagai hal yang sangat special. Biasa baginya, tapi tidak bagiku. Hanya beberapa detik pertemuan dan percakapan itu. Tapi masih sama seperti waktu yang telah lalu-lalu. Jantungku melompat-lompat setiap berhadapan dengan Sandy.
Hingga pada suatu waktu. Tak lama setelah bunga-bunga bermekaran semakin indah dalam hatiku yang tak lain pertemuan langsungku dengan Sandy di hari itu, mulai kudengar slentingan pembiacaraan teman-teman wanita yang tak jauh dari “gosip” kabar-kabar ter update, termasuk juga kabar burung bahwa “Sandy Jadian”. Ohh,,,terasaada petir yang menyambar dadaku. Entah bagaimana dan sebelah mana, tapi aku bisa merasakan sakit dan sesak dalam hatiku. Untuk pertama kalinya aku merasakan apa itu patah hati.
Layaknya peribahasa pungguk merindukan bulan. Begitulah aku saat itu. Didera perasaaan nelangsa karena kasih tak sampai. Begitu seterusnya tetap memegang title sebagai “Pengagum Rahasiamu”. Sakit, perih,yang kurasakan saat itu. Karena apa yang selama ini kudengar dari kabar burung itu memang benar adanya. Sandy kini telah memiliki kekasih.
***
Tak pernah terbesit sebelumnya jika aku akan bertahan dengan perasaan macam ini. Tetap berada di sudut ini dan memandangimu dari dimensi yg berbeda, menyedihkan sekali. Bagiku keberadaanmu seperti bayangan, terlihat namun tak bisa dirasakan. Bodoh sekali aku ini, meskipun mustahil tangan ini tetap berusaha & tak lelah untuk mencoba meraihmu. Semakin kudekati semakin terasa jauh, namun aku tidak akan menyerah dengan hal kecil seperti ini.
Detik waktu tak pernah berhenti berputar. Hari, bulan, tahun, tak terasa terlewati begitu saja. Dan entah mengapa juga aku masih belum bisa menetralkan perasaan ini terhadapmu. Masih kurasa terlalu rumit. Serumit logaritma yang tak ku suka.
Bahkan ketika masa SMA yang katanya adalah masa yang paling indah, kupikir aku akan mampu menemukan penggantimu. Tapi ternyata tetap saja. Aku masih membiarkan hatiku untuk berada di sisi jauhmu yang tak pernah kau lihat. Tetap menunggumu dalam diam. Tidak peduli orang lain berkata apa tentangku, aku akan tetap melakukan kebodohan jika itu hanya untukmu. Aku yakin Keajaiban selalu menyertai orang bodoh yg tak dapat memahami makna kosa kata "putus asa" Aku memang tak punya keberanian untuk hal itu. Untuk memperlihatkannya padamu. Karena aku tahu. Kau berbeda dengan yang lain. Melihatmu di sisi yang kau kasihi membuatku juga merasa ikut senang meskipun sejujurnya juga sangat menyakitkan. Menyakitkan sekali.
***
Sejauh ini aku hanya berani bermimpi tentangmu, sudah tak terhitung berapa waktu yang ku habiskan untuk itu. Ku coba menghapus rindu dalam untaian doa disela sujud dalam keheningan malam. Semoga waktu selalu berbaik hati menjadi obat.
Dan ternyata memang waktu selalu memiliki kejutan-kejutan yang tak pernah kita tahu sebelumnnya. Waktu juga yang memberikan obat bagi hati yang menderita dalam waktu yang cukup lama ini. Waktu juga memberikan jawaban dari setiap detik-detik kegundahan yang pernah kualami karenamu. Dan waktu juga yang membawaku dalam kenangan ini. Kenangan tentangmu. Tentang cinta pertamaku yang telah berakhir sembilan tahun lalu. Waktu juga telah mampu mengajariku bahwa akan selalu ada hal yang bisa jadi akan menetap dalam hati kita. Meskipun itu berada di sudut yang paling kecil. Biarkan saja tetap seperti itu. Karena jika kau berusaha membuangnya itu pun kan percuma karena ia telah menjadi bagian darimu.
Terima kasih cinta pertamaku. Dan juga terima kasih sang waktu. Kini aku mengerti mengapa kau membiarkanku tetap berada dalam satu pandangan itu. Satu hati yang tersimpan rapi hingga pada akhirnya kau pertemukan aku dengannya. Meskipun bukan dirimu Sandy. Tapi aku berterima kasih padamu. Karena perasaanku padamu membuatku mampu menjaga diri dengan baik. Menjaga hatiku dengan baik untuk dia yang sejati dalam hidupku. Bukan dirimu. Tapi dia yang mampu membuatku merasakan kembali lompatan-lopatan di jantungku sembilan tahun lalu. Untuk kau cinta pertamaku, kuharapa kau selalu bahagia, tetap bersama senyum itu. Sama halnya dengan diriku yang bahagia meskipun tanpamu. Bersamanya, lelaki tersolehku dan kedua malaikat kecilku. Terima kasih Sandy.


  • Ayin Elfarima
    Ayin Elfarima
    1 tahun yang lalu.
    Tak banyak orang yang mampu bertahan menjadi pengagum rahasia.

    Salam kenal.

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    menyenangkan hal yang saya dapat adalah jangan malu mengakui bahwa cinta itu bertebaran di mana2. Dan yang pasti saya mah pernah ngerasain kesetrum listrik, kesetrum cucian mesin dan kesentrum kabel colokan kampus kok rasanya beda dengan jatuh cinta? kenapa? kalau cinta itu ada bumbunya, kesetrum itu gak pake bumbunya tapi semacam kekuatan untuk berani memulai mengenal orang lain dari kehidupan kita.

    Orang yang pernah hadir dalam kehidupan saya, saat dia pergi meninggalkan saya. Dia tidak akan pernah meninggalkan saya tetapi hanya menghilang dan melepas untuk saya bagi dengan orang lain di kehidupan lain bersama orang lain yang lebih bisa mencintai dan menyayangi saya sepenuh hati. Orang bisa saja jatuh cinta tapi buat saya luka itu masih dalam untuk saya memulai jatuh cinta lagi *edisi curhat* *lha kok disini curhatnya*
    jiaaaahhhhhhh~~~~ *kabooooooorrrrrrrrr

    • Lihat 22 Respon

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Tentang cinta pertama memang selalu menyenangkan, meski itu juga menyakitkan pada akhirnya ...
    Dia selalu membekas dan memberikan banyak pelajaran yang mungkin hanya bisa kita mengerti bertahun-tahun kemudian di masa depan

    • Lihat 2 Respon

  •   Kurirperasaan063
     Kurirperasaan063
    1 tahun yang lalu.
    Ini yg gue, Tanya sanasini, Nitip sarung Bacanya ntar abisdzuhur,

    • Lihat 13 Respon

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Oh, so sweet memory...

    Betewe, saya udah pernah kesetrum listrik mbak dan rasanya gak kayak jatuh cinta.... Lebih bikin menderita jatuh cinta... ehehe