Meramu Malam

Ahmad Bawazier
Karya Ahmad Bawazier Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Januari 2016
Meramu Malam

Meramu malam

Sayang, baru saja melewat
Wangi harum ranum-ranum wanita malam
Belum lama,
Melintas lagi gelintir orang dengan asap mengepul
Bak kereta tua yang bergeregi loyo di malam hari
Bising derit roda-roda truk menghantar agak kesunyian
Memeka telinga sedikit sambung-sambung
Oh malam sayang

Aku melawatnya lagi di kesepian
Sendiri memaku waktu yang seolah diam
Hanya suara-suara dam-dim-dum bergeretak dari penghuni bumi malam hari
Sesekali,
Si doi melambai menyemai senyum lelah pegawai lembur
"Hai kawan, duduk sendiri.."
"Iya, menyepi"
Dengan sapaan suara parau menyeringai

Bung, ini malam hari
Juga sesekali,
Dari yang tak terlihat 'iseng' melewat
Mengecap satu kosa tak berbentuk kata
Yaitu suara apa entah apa
Mereka, sahabat kita
Tak jelas memang maujud-nya
Hanya mesti kita percaya

Lain 'doi' lain 'sahabat'
Yang lewat tak lebih halus lagi
Tak biasa diraba -apalagi diremas-
Sekali lagi, ini malam, bung
Kau boleh agak gila atau sekedar bercanda
...
Ya! Tak bisa diraba, dirasa atau dihirup
Sebuah kasualitas ternama dari manusia
Bayang-bayang hutang sampai percintaan
Jadi sesi topik utama di kepala
Itu pikiran,
Ya harus dipikirkan,

Yang asyik bentuk kata 'cinta'
Yang masduq pikir layang tentang hutang
Cinta bicara A -ucapkan saja A- bisa?
Hutang bicara dari kejauhan, itu Z -yang ini baca 'Zet'- hati dihati terbang kawan haha..

Akhirnya kau tertawa,
Biar kantuk pergi saja sudah.

Selamat malam :)

  • view 124