Hufadz Search Engine

Ahmad Bawazier
Karya Ahmad Bawazier Kategori Motivasi
dipublikasikan 24 Januari 2016
Hufadz Search Engine

Hufadz 'Search Engine'

"Impossible is nothin' ", apa pun bisa dilakukan jika ada azzam yang kuat tertanam dalam hati, pikiran dan kemudian diwujudkan dalam kenyataan dengan bentuk 'Semangat'. Kaitannya dengan judul, kali ini berbicara tentang penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya 'hafal', namun cerdas, matang dengan segala yang berkaitan dengannya. Seolah-olah bagai 'Tafsir Berjalan'. Mulai dari index Al-Qur'an meliputi; nomor surat, urutan ayat, terjemah, tafsir dan metode menghafal. Amazing!

Bagi kebanyakan orang menghafal Al-Qur'an adalah pekerjaan sulit yang memakan waktu, menguras pikiran. Jangankan menghafalnya, membacanya pun jarang atau bahkan tidak pernah. Jadi bagaimana mau menghafal? Ini yang salah dari kita, 'melupakan buku induk kehidupan'. Tapi semua dari kita tahu, tak ada kata terlambat. Apalagi untuk yang ada kaitannya dengan kepentingan hidup dua dimensi, ?karena Qur'an di dalamnya mengurusi tata dunia dan tata akhirat. Semua bisa memulainya kapan saja, secepatnya lebih baik. Untuk apa? Menghafal Al-Qur'an.

Dalam hal apa pun fitrah manusia selalu membutuhkan inspirasi?motivasi, baik dari diri sendiri (internal) dan atau orang lain (eksternal). Inspirasi-motivasi dari diri sendiri adalah urusan masing-masing yang hanya akan terbentuk dengan satu kunci mujarab: Niat. Kemudian yang diri butuhkan sebagai dorongan ekstern adalah diantaranya kisah-kisah sukses yang benar-benar nyata dirasa dan nampak oleh mata. Tentang penghafal Al-Qur'an yang cerdas, Sayyid Muhammad Husain Thabathaba'i adalah sosok yang tepat untuk memotivasi kita dalam menghafal Al-Qur'an dan pengamalannya.

Pada Februari 1998, Husein
Thabathaba?i di usianya yang baru 7 tahun menerima gelar doktor
(honoris causa) dari Hijaz Colledge Islamic University di Inggris setelah Husein Thabathaba?i lulus ujian doktoral di sana dengan nilai 93 dalam bidang Science of The Retention of Holy Quran. Doktor cilik ini tidak hanya hafal Qur'an, tetapi mampu juga menterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Ibunya, Persia dan sekaligus memamahami makna dan tafsirnya. Salah satu kemampuan istimewa Husein Thabathaba?i adalah bisa mengtahui persis terusan lengkap penggalan ayat, letak ayat itu di surat apa, juz berapa, halaman ke berapa; dibilang seperti search engine. :)

Subahanallah

Kok bisa segitunya? Gimanabisa?
Husein Thabathaba?i hidup di
tengah lantunan Al-Qur?an. Ayah dan ibunya hafal Al-Qur?an 6 tahun setelah menikah. Yang tak kalah penting, selama masa kehamilan, ibu Husein Thabathaba?i selalu berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih dan pintar. Saat mengandung dan menyusui Husein Thabathaba?i, sang ibunda teratur membacakan Al-Qur?an untuknya. Sehari minimal 1 juz. Ketika Husein Thabathaba?i telah lahir, sang ibunda selalu berwudlu sebelum menyusuinya. Bersamaan dengan menyusui, ibunda Husein Thabathaba?i tidak melewatkan kesempatan itu untuk memperdengarkan Al-Qur?an untuknya. Jadi, sang ibunda bertilawah sambil menyusui putranya itu. Tentu saja mudah karena ia telah hafal Al-Qur?an. Sejak kecil, ayah dan ibunda Husein Thabathaba?i telah menjauhkannya dari musik dan lagu yang tidak islami, campur baur perempuan dan lelaki, serta hal lain yang tak sejalan dengan aturan syar?i. Metode pembelajaran yang dikembangkan ayah sekaligus guru Husein Thabathaba?i menjadi kunci utamanya; efektif untuk anak, sesuai tahap perkembangannya. Metode menghafal Husein Thabathaba?i itu bertumpu pada : melalui bermain,
menggunakan isyarat tangan, dikaitkan dengan percakapan keseharian, menyenangkan dan
langsung diaplikasikan.

Ibu dan Bapak kita gak hafal Qur'an? Gimanabisa?
Kalau begitu kita yang harus jadi penghafal Al-Qur'an, agar derajat mereka terangkat mulia. Caranya? Ada banyak cara untuk menghafal Al-Qur'an. Diantaranya dengan 'mondok' di Pesantren Tahfidz Qur'an dengan jenjang waktu tertentu. Tapi kebanyakan kita masuk pondok itu susah karena banyak dalih, banyak alasan. OK! Sebenarnya ini tips untuk remaja, ABG dan yang sebangsanya. :D Tapi bolehlah siapapun bisa ikuti saran ini.

Cara menghafal Qur'an secara personal (tanpa mondok atau bimbingan sepenuhnya) memang dirasa berat dan kurang efektif. Tapi setidaknya 'Mari coba dulu'.

1. Tentukan waktu-waktu menghafal harian, mingguan, bulanan. Misal: ba'da shalat shubuh, karena otak masih fresh dan tambah fresh jika dimasuki muatan-muatan positif (diantaranya hafalan Qur'an). Ba'da shalat ashar, yang memang termasuk dalam waktu-waktu fresh juga.

2. Bedakan antara menghafal dan membaca. Idealnya membaca Al-Qur'an adalah setiap setelah shalat, minimal dua lembar. Ini dibedakan dengan waktu-waktu menghafal.

3. Target satu hari ditentukan oleh masing-masing kita, sekemampuan yang dimiliki. Misal dalam waktu menghafal yang minim hanya mampu memuat hafalan 4-5 ayat. Tentu tidak masalah. Tapi apa nggak mau coba agak banyakan? Satu halaman? :D

4. Tentukan waktu muroja'ah, yang dikembalikan juga pada masing-masing kita. Jika khawatir cepat lupa, lebih baik waktu muroja'ah diperpendek. Misal, setiap tiga hari sekali; setelah menghafal dalam tiga hari, kemudian dimuroja'ah di hari ketiga.

5. Biarpun menghafal pakai 'cara super #apaadanya', kita butuh pembimbing. Untuk apa? Untuk muroja'ah setiap kali selesai hafalan dalam waktu yang telah kita tentukan. Siapa? Bisa Ustadz/Ustadzah di Mushola, guru di sekolah atau mungkin teman kelas yang memang lebih dari kita.

Itulah sekilas tetang "Menghafal Al-Qur'an"; motivasi dan sedikit tips-trik simple menghafal Al-Qur'an rumahan, yang tingkat keberhasilannya 'Gimane niat'. :D
Atau ada yang mau menambahkan? Silahkan. ^_^

Semoga Allah mudahkan jalan kita untuk apapun kebaikan yang hendak kita jalani.

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup kami dan pemberi syafa'at setelah mati kami. Aamiin yaa Robbal 'Alamiin.

Ahmad F Bawazier
Note: Kisah Husein Thabathaba'i adalah sedikit resensi buku ?Mukjizat Abad 20, Wonderful Profile: Husein Tabataba?i, Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Quran?

  • view 131