Maksud yang Tak Sampai

Alvi Kirana
Karya Alvi Kirana Kategori Inspiratif
dipublikasikan 17 Februari 2016
Maksud yang Tak Sampai

Maksud yang Tak Sampai

Liburan yang panjang, sepuluh hari sudah tak menyentuh dapur, dan pagi ini rasanya merindu masakan sendiri. Semua bahan telah siap beradu di meja dapur, bumbu siap dihaluskan dengan lesung, dan mata terperangah. Jamuran! Bagian dalam lesung kayu ini berjamur putih abu-abu dan nyaris hitam, kok bisa??
Saat rumah ditinggal untuk pergi liburan, dapur-lah yg paling aku perhatikan kebersihannya, bahan makanan masuk kulkas, tidak ada piring kotor, semua bersih dan rapi. Termasuk si lesung ini, ku letakkan dengan posisi tengkurap di atas meja dapur, agar air di dalam (karna baru saja dicuci) lesung tiris ke bawah dan tidak masuk debu, itu yang aku pikirkan buat si lesung. Namun ternyata, tindakanku salah, apa yang aku niatkan baik untuk menjaga si lesung, ternyata menjadi luka baginya, bagian dalam lesung ditumbuhi jamur.
Kegiatan di dapur akhirnya terfokus untuk membersihkan lesung ..
Memang, seringkali maksud kita baik, bertujuan baik, tp seringkali diterima sebaliknya. Itu terhadap manusia, dimana saat kita ingin memberikan yang terbaik, hati sudah niat baik, namun semua maksud itu tak sampai diterima dg baik, pikiran macam2 si penerima yang menuduh beragam hal buruk. Dan itu biasa terjadi antar kita, para manusia.
Mungkin bisa digambarkan dg si lesung ini, maksud majikan menjaganya dan merawatnya dg baik, namun yg terjadi malah melukainya dg jamur. Apakah bisa ku berikan pengertian dan penjelasan kpd si lesung bahwa aku tak bermaksud demikian?
Rasanya mustahil, karna sesama manusia yg berakal saja itu sulit sekali untuk didengarkan dg baik, untuk sekedar tabayyun dan memaafkan, kemudian berbaikan.
Maka aku tak ingin seperti si lesung, yang tak bisa diajak bicara saat hubunganku dg orang disekitarku sedang kurang baik. Bicaralah denganku, aku akan duduk tenang mendengarkanmu, apapun itu.

  • view 122