Merokok adalah keberanian

Alvarie Ananda
Karya Alvarie Ananda Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2016
Merokok adalah keberanian

Kalimatnya hanya sekedar kata-kata, maka yang masih saja tak bisa membaca setiap huruf yang menjadi kata, racuni saja.

?

Entah itu datangnya hasil dari suatu percakapan yang nyata ataukah direka-reka oleh para aktivitis anti rokok, yang pasti hari ini saya masih merokok.

Hampir 7 tahun saya merokok, berarti sedikitnya 2500+ batang rokok telah saya bakar, asapnya mengaliri tubuh yang menjadi hak saya, dan menyusupi udara yang terkadang milik saya terkadang milik orang lain. Terkadang saya menjadi kami, atau kita yang mengasapi udara bersama-sama. Bersama rokok.

?

Konglomerat, lo melarat. Melarat

?

Sudah jadi rahasia umum kalau niat untuk membebaskan negeri ini dari rokok selalu terkendala berbagai rintangan, mulai dari nasib para petani tembakau hingga hilangnya salah satu sumber pemasukan terbesar negara.

Ini sama saja, dengan ungkapan yang menyatakan bahwa rokok baru menjadi barang yang berbahaya jikalau ada korek, korek api atau korek gas terserah. Intinya adalah tak akan ada asap jikalau tak ada api dan gas.

Maka, kita harus memberantas produksi dan distribusi korek api dan gas untuk mematikan bahaya dari batang rokok. Kamu mau ikut ambil bagian?

Aku sih nggak, sama seperti para bos konglomerat yang tentu akan bilang "nggak" untuk menutup usaha batang rokoknya. Takut miskin yang bisa berakibat stress lalu menjadikan rokok sebagai bahan pelarian mungkin adalah salah satu alasannya. Mungkin

Rokok adalah rokok, jika sebatang maka ia akan terbakar lalu mati. Jika sebungkus berarti tersimpan rapi menunggu mati.

Perokok itu keren, iklannya. Cowo-cowo ganteng yang disetting sebagai petualang, pengusaha, atau "badboy" muda menjadi alat marketing yang panas jika dipadu dengan wanita-wanita sexy yang penasaran, kadang dibikin nakal.

Maka saya tak yakin bahwa rokok itu ditujukan bagi orang yang nggak bisa baca, atau malah saya yang kurang paham bahasa?

Merokok adalah kegiatan membakar harapan untuk menutup paksa seluruh industri rokok di indonesia, mematikan keran expor dan impor produk rokok, dan mengalihkan siapa-siapa saja yang terlibat dalam usaha produksi & distribusi rokok untuk dialihkan ke jenis usaha lain.

Jenis usaha yang ditujukan untuk pasar orang-orang yang bisa dan mampu membaca.

Maka

?

Saya punya mimpi, suatu saat tembakau-tembakau itu bisa dijadikan sayur. Yang reputasi dan pencitraannya minimal sesukses kangkung, dan janganlah gagal layaknya ganja.

?

Tapi, kalau mimpi untuk menghentikan produksi & distribusi korek, "kamu ngimpi?.".

  • view 149