Remahan Cinta Kemarin

Nailla Putri
Karya Nailla Putri Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 13 Januari 2017
Remahan Cinta Kemarin

Bagaimana rasanya ketika dadamu menyesak begitu saja hanya karena gejolak perasaanmu yang abnormal di luar batas kendali? Ah rasanya ingin meredam semua asa ini. Kebimbanganmu memilih di antara tiga pilihan, bukan lagi dua. Dua pilihan terlalu mainstream menurutku. Jelasnya ini hanya alasanku, alasan karena pilihanku terlalu banyak.
 
Memilih di antara 3 hati yang berbeda frekuensi gelombang. Tidak. Tidak hanya perbedaan frekuensi gelombangnya saja, melainkan dengan panjang gelombang dan amplitudonya. 3 hati yang saling berjejalan memaksa masuk, meski yang satu telah lama menetap di satu ruangan. Ya, ruangan di pojokan hati. Puing-puing perasaan masa lalu yang dicecar dengan generasi perasaan berikutnya, yang tak lama kemudian disusul oleh generasi ketiga. 2 hati 3 jiwa yang berbeda. Mengapa tak 3 hati 3 jiwa. Jelas tidak. Karena yang satu hanya aku yang punya, dan yang dua murni perasaan dua jiwa kontraktor baru yang sedang bernegosiasi dengan pemilik rumah. Pemilik rumah hati bernama Alea. Ya, Alea. Namaku. Nama depanku. Alea Arsyakiera.
 
Malam ini, cemas yang dirasa. Lebih tepatnya takut. Ketakutan untuk menerima komitmen dari sepotong hati yang baru, yang disodorkan pemiliknya kemarin. Namun, tak begitu saja diterima. Masih tersandung dua hati yang bergulat berebut habitat. Meski sesekali keduanya berdamai. Hati untuk yang pertama membuat jatuh cinta, dan hati kedua yang merebut perhatian untuk beralih pandangan. Walaupun selayaknya yang pertama sudah seharusnya dibiarkan pergi begitu saja. Karena hanya puing tak bermakna dan tak bertuan lagi.
 
Perasaan takut yang masih terulang sejak berjanji terhadap jiwa untuk tak membuka hati. Cukup untuk yang pertama kali saja. Karena trauma. Trauma untuk menyukai dan mengagumi seseorang sebelum sepenuhnya menjadi suatu keharusan, kewajiban dari sebaris kalimat ijab dan qabul.
 
Kekhawatiran yang semakin menjadi, kala pada detik tertentu ponsel berbunyi tanda chat masuk. Prakiraan yang benar, dari sebuah nama yang baru dikenal namun ada, menyata untuk meminang. Ah bagaimana tidak khawatir, sedang diri masih enggan untuk membuka hati lagi. Terapalagi harus menerima tawaran membangun rumah di surga bersamanya.
 
#bersambung
 
 

  • view 73