Ketika Manusia menghina Tuhannya

Siswanto Almatin
Karya Siswanto Almatin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Januari 2017
Ketika Manusia menghina Tuhannya

Saya akan mengawali tulisan ini dengan pernyataan awal bahwa tulisan ini adalah menurut apa yang saya pribadi yakini, jadi saya tidak sedang membicarakan kamu, dia, atau mereka. Tulisan ini murni berbicara tentang saya. Andai saja ternyata nantinya ada pernyataan, kata-kata dan lain-lain dari tulisan ini yang membuat Anda tidak nyaman, tersinggung atau marah, tolong ingat sekali lagi bahwa tulisan ini adalah tentang saya dan apa yang saya yakini secara pribadi. so, gak usah baper ya .. hehe.

Saya pernah membaca, salah satu seniman Indonesia mengatakan bahwa 'Menghina Tuhan tak perlu dengan umpatan dan membakar kitabNya. Khawatir besok kamu tidak bisa makan saja itu sudah menghina Tuhan. dan saya sangat setuju dengan pernyataan itu. Kalau kita mau berusaha untuk sejenak merenungkan kembali, boleh jadi kita akan menemukan begitu banyak dan begitu seringnya kita telah menghina Tuhan kita. benarkah ?

Ketika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi kepada kita di kehidupan sehari-hari, apakah itu ban mobil atau motor yang kempes, kehilangan dompet atau uang, kena marah customer atau atasan, berselisih paham dengan rekan atau bahkan anggota keluarga dan lain sebagainya, lantas kita berfikir bahwa Tuhan sedang tidak sayang kepada kita. pernahkah? kalau saya pribadi pasti pernah, bahkan masih sering hehe. Menurut saya, berfikir bahwa Tuhan tidak sayang saja sudah merupakan contoh penghinaan kita terhadap Tuhan. Karena menurut saya, sangat tidak mungkin Tuhan membenci umatnya karena Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang serta Maha Pengampun. Jadi sangat tidak mungkin bagi Tuhan untuk membenci.

Menghakimi keimanan orang lain menurut saya adalah salah satu contoh penghinaan kita kepada Tuhan. Karena menilai iman hambaNya adalah hak Tuhan yang memiliki sifat Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Kita yang hanya manusia biasa, yang pandangan matanya sangat terbatas, yang jangkauan tangannya hanya beberapa depa, dengan segala kekurangan dan keterbatasan itu kita masih berani lancang menilai keimanan orang lain. pernahkah ? saya pribadi sih pernah, dulu. mudah-mudahan sekarang sudah tidak.

Jarang bersyukur. yup. Ketika kita sudah mulai jarang bersyukur, menurut saya pribadi itu adalah salah satu contoh penghinaan kita kepada Tuhan. Dengan segala kasih sayang dan nikmat yang senantiasa diberikan Tuhan kepada kita setiap saat, maka sudah sangat patut dan seharusnya kita senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Tapi seringkali, kita baru menyadari manfaat dan indahnya nikmat-nikmat yang diberikan Tuhan tersebut saat nikmat-nikmat tersebut diambil sedikit oleh pemiliknya. Tapi ya memang begitu kan kita? hehe.

Jarang berdoa. Kenapa jarang berdoa saya masukkan menjadi salah satu contoh penghinan kita kepada Tuhan ? karena Tuhan memerintahkan kita untuk berdoa kepadaNya, maka niscaya akan dikabukan oleh Tuhan. Ketika kita sudah jarang berdoa, maka itu sudah bentuk ketidakpatuhan kita kepada Tuhan bukan ? karena dengan berdoa, kita kembali mengingat dan menyadarkan diri kita bahwa kita adalah hamba. Hamba yang diciptakan oleh Tuhan, dengan segala keterbatasan atas segala sesuatu, maka menjadi sesuatu yang pas saat kita berdoa kepada Tuhan, meminta pertolongan Tuhan. Karena memang hanya Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Jadi kita sudah pasti tidak salah pilih ketika kita memutuskan untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan. Alasan lain kepada jarang berdoa adalah peghinaan terhadap Tuhan adalah dengan jarang berdoa, kita menjadi seolah-olah tidak membutuhkan Tuhan, dan itu menurut saya sangat kurang ajar sekali.

Jika dituliskan satu persatu apa saja yang telah kita lakukan baik secara sadar maupun tidak sadar telah menghina Tuhan maka tidak akan selesai meski saya ngetik tulisan ini sampai subuh besok. Dari beberapa hal yang saya sampaikan tadi, mudah-mudahan saja bisa menjadi pengingat untuk diri saya sendiri maupun untuk Anda yang membaca tulisan ini dan memberikan manfaat untuk kita semua.

Tuhan dulu, Tuhan lagi dan Tuhan terus. Tetap semangat, jangan pernah Putus Asa atas kasih sayang dan ampunan Tuhan. keep smile :)

salam,

siswanto yang kebanyakan baca software documentation di internet.

  • view 169