Masjid Tak Ramah Anak

Siswanto Almatin
Karya Siswanto Almatin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Juni 2016
Berfikir Dengan Hati

Berfikir Dengan Hati


Jangan membiarkan otak kita berfikir sendirian, karena ia akan mudah tersesat. Biarkan hati menemaninya. Pola pikir dan sekitarnya. #BerfikirDenganHati

Kategori Acak

128 Hak Cipta Terlindungi
Masjid Tak Ramah Anak

Benarkah? apa yang dijadikan dasar untuk menilai suatu masjid bahwa masjid tersebut tidak ramah anak? tulisan ini berdasarkan pengalaman saya pribadi berjamaah di beberapa masjid. Bisa jadi tak mewakili pendapat Anda, tapi saya berusaha melihat dari sisi saya, sebagai orang tua.

Ketika menjalankan ibadah sholat berjamaah di masjid, seringkali kita jumpai ada anak-anak yang juga ikut ke masjid saat memasuki waktu sholat tiba. Pada saat orang-orang dewasa mengerjakan ibadah sholat, mereka ( anak-anak tersebut ) malah seringkali asyik sendiri, bercanda, membuat gaduh, berteriak-teriak bahkan tak jarang malah bertengkar satu sama lain. Hal ini tentu saja wajar jika dianggap mengganggu kekhusyukan orang-orang dewasa yang sedang menjalankan ibadah sholat berjamaah.

Pertanyaannya adalah, apakah orang tua dari anak-anak itu juga ikut sholat di masjid pada saat yang sama atau tidak ? beberapa yang saya pernah temui adalah anak-anak tersebut memang sedang bermain bersama, kemudian mendengar suara adzan, lantas mereka kompak mengambil sarung atau berganti celana panjang untuk selanjutnya pergi ke masjid bersama-sama. Orang tua mereka? tidak ada. entah sedang berada di rumah atau sedang bekerja. Jadi saat anak-anak gaduh di masjid, maka orang-orang dewasa yang ada di masjid yang menegur mereka. Ada yang bisa menegur dengan cara yang halus, tapi tak sedikit juga yang kurang sabar yang ujung nya malah membentak atau menghardik. Cara yang salah dalam menegur anak-anak? mungkin. Tapi kalau kita yang berada di posisi orang-orang dewasa tersebut mungkin juga akan memaklumi. Bisa jadi yang ada dipikiran mereka, orang bukan anak saya ini. Atau memang sebenernya karakter orang tersebut begitu, suaranya keras, tegas, tapi diterima oleh anak-anak sebagai hardikan. 

Tapi kan anak-anak memang belum bisa dibilangin? oke. anak-anak umur berapa dulu yang kita bahas ini? jika itu anak-anak di bawah 4 tahun, saya pribadi mungkin masih bisa memaklumi, meskipun saya yakin bahwa anak-anak itu pasti bisa diberikan pengertian. Kenapa saya bisa bilang begitu, karena saya punya 2 anak yang umurnya 6 dan 9 tahun, sejak beberapa tahun yang lalu saya selalu mengajak mereka ke masjid, menemani mereka sambil memberikan pengertian bahwa masjid adalah tempat untuk beribadah, bukan tempat untuk bermain sembarangan, apalagi pada saat ada yang sedan menjalankan ibadah sholat. dan alhamdulillah, mereka bisa mengerti itu.

Jadi setiap kali saya menemani mereka ke masjid lagi, mereka bisa ikut berada di barisan shof di samping kanan dan kiri saya, meski teman-teman sebaya mereka berlarian kesana kemari, gaduh dan bercanda. Paling-paling mereka cuma melihat saja, kalaupun teman-teman mereka melakukan hal yang sekiranya lucu, mereka ikut tertawa, tapi itupun tidak keras. 

Menurut pandangan saya, bukan masjid yang tidak ramah terhadap anak-anak. Bisa jadi karena kita sebagai orang tua yang tidak sempat memberikan pemahaman kepada anak-anak kita bahwa masjid itu tempat ibadah, bukan tempat bermain sembarangan. Jadi anak-anak bisa belajar membedakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam masjid. 

Masjid pasti menjadi tempat yang ramah untuk anak-anak, kegiatan TPA ( mengaji ) untuk anak-anak juga masih ramai koq. Anak-anak bercanda, bergembira sambil mengaji. tapi kan itu tidak pada saat ada orang-orang dewasa sedang menjalankan sholat berjamaah. Jadi tidak mengganggu kekhusyukan orang-orang dewasa yang sedang menjalankan ibadha sholat berjamaah. 

Mari, kita sempatkan untuk bisa menemani anak-anak kita ke masjid. Memperkenalkan rumah Alloh SWT kepada mereka. Memberikan pengertian kepada mereka tentang masjid dan memberikan pelajaran adab saat berada di masjid. Sehingga anak-anak akan jatuh cinta pada masjid dan merasa gembira dan nyaman di sana. Indah bukan?

beWise, beNice and keep Smile !

@almatins

  • view 127