Benci perbuatannya, bukan Orangnya.

Siswanto Almatin
Karya Siswanto Almatin Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 Juni 2016
Benci perbuatannya, bukan Orangnya.

Kedua orang tua ku mengajarkan aku saat aku tidak suka terhadap sesuatu yang dilakukan oleh orang lain, aku boleh benci, tapi pada perbuatannya bukan pada orangnya. kenapa ? karena orang suatu saat bisa berubah.
 
Dan itu memang benar, setidaknya nurut aku itu benar. Saat kita membenci orangnya, maka kita akan menjadi sangat subyektif kepada orang tersebut di kemudian hari. Bisa jadi apa saja yang dilakukan oleh orang tersebut akan menjadi “salah” di mata kita meski yang dilakukannya belum tentu sesuatu yang salah. karena kita sudah menilai orangnya, bukan lagi perbuatannya.
 
Tapi, saat kita membenci perbuatannya. Perbuatan yang tidak baik, maka siapapun yang melakukan perbuatan itu, kita tetap bisa membenci perbuatannya. Tapi tidak membenci orangnya. Kita manusia, kita bisa berubah. itu yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Pemurah untuk masing-masing kita. Kita memiliki kemampuan untuk berubah. Bisa jadi, hari ini kita belum bisa menjadi orang yang lebih baik, tapi dengan usaha dan niat yang sungguh-sungguh, bukan tidak mungkin suatu saat kita bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. iya kan?
 
Saat kita sudah menilai seseorang berdasarkan perbuatan tidak baik yang pernah dilakukan dan menggunakan penilaian itu untuk menilai orang tersebut untuk seterusnya, bukannya itu sama saja kita berusaha mendahului Tuhan ya? kalau saja Tuhan mengendaki orang tersebut bisa berubah menjadi lebih baik lagi di masa mendatang, siapa yang bisa menghalangi itu terjadi? yakin gak bakal nyesel ?
 
Lagi pula, membenci seseorang itu butuh effort yang tidak sedikit, berapa waktu, pikiran dan hati yang tidak sengaja kita gunakan hanya untuk membenci orang yang bahkan kita tidak kenal secara personal? haha ... punya stock hati, pikiran dan waktu yang berlimpah ?? umur gak ada yang tahu lho ... klo tar gak sempet buat tobat, nyesel nya udah telat lho.
 
Come on guys, sudahlah. hidup terlalu singkat untuk digunakan untuk membenci seseorang hanya karena perbuatan yang tidak baik yang pernah dia lakukan. Yakin saja Tuhan tidak pernah tidur, dan Tuhan itu selalu adil. Gak ada yang bakal luput dari perhitungan Tuhan. mari belajar legowo ... mari belajar sabar dan ikhlas.
 
Yakin masih pengen benci sama presiden? gubernur? walikota? bupati? pak camat? pak lurah? pak rw? pak rt? temen sekantor? temen sekolah? temen maen? temen tidur? hahaha. udah ya ... tar malah gak jadi bahagia lho.
 
Tuhan sayang sama umatnya, tak terkecuali.
 
beWise, beNice and keep smile !
 
@almatins 

  • view 449