JARKONI

Siswanto Almatin
Karya Siswanto Almatin Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 Juni 2016
JARKONI

isoh uJAR tapi ra isoh ngelaKONI yang lebih sering disebut JARKONI, istilah yang berasal dari jawa ini banyak digunakan untuk menyebut mereka yang bisa memberikan nasehat tapi tidak atau belum bisa melaksanakan nasehat itu sendiri. Kata Jarkoni ini juga seringkali diasumsikan sebagai sesuatu hal yang tidak baik. benarkah ?

Jika kita mau melihat dari sisi yang lain, mungkin kita bisa mendapatkan pandangan yang lain tentang kata Jarkoni itu sendiri. Jika kita mau fokus pada nasehat itu sendiri sebagai obyeknya maka dari siapapun nasehat itu keluar seharusnya tidak jadi masalah kan? Nasehat baik akan tetap baik meski disampaikan oleh orang yang menurut kita tidak atau tidak cukup baik. Penilaian baik itu pun bisa jadi punya standar yang berbeda satu orang dengan yang lainnya hehehe, jadi panjang kan ceritanya.

Saat kita lebih fokus pada dari siapa nasehat itu disampaikan, maka kita akan menjadi subyektif terhadap siapa yang menyampaikan nasehat itu. Jika menurut penilaian kita, orang yang menyampaikan nasehat itu tidak baik dan tidak kita sukai, maka bisa jadi apapun nasehat yang disampaikannya akan kita nilai sebagai nasehat yang tidak baik pula. Jadi kita menilai berdasarkan orang yang menyampaikan, bukan nasehat itu sendiri. Gak gitu juga kan ?

Bisa jadi kita bakal melewatkan nasehat-nasehat yang baik yang bisa jadi sangat berguna untuk kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Jadi, beWise ya guys ... utamakan prasangka baik, buka pikiran untuk nasehat dari orang lain. Kita tidak tahu lewat siapa Tuhan akan mengingatkan kita.

beWise, beNice and keep Smile !

  • view 202