Sebuah Sore, Sebuah Buku dari Masa Lalu, dan Seseorang yang Ingin dilupakan (1)

Siti Zahrotul  Luthfiyah
Karya Siti Zahrotul  Luthfiyah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 07 Maret 2016
Sebuah Sore, Sebuah Buku dari Masa Lalu, dan Seseorang yang Ingin dilupakan (1)

?

?

?Jika kutulis ceritaku dalam sebuah cerita. Mungkin bukan hanya ceritanya saja yang panjang, tapi judulnya akan kubuat begitu panjang.??

Laki - laki di hadapanku diam. Hari ini dia memakai kemeja putih dan celana hitam. Seorang eksekutif muda, jenius, dan brilian.?

?Enam tahun, dan sekarang kamu duduk di depanku seperti tak pernah ada apa - apa.?

Laki - laki itu masih diam.

?Andai kita tidak pernah bertemu, mungkin aku akan menjadi orang yang berbeda.?

Dia masih diam, dan aku memang tak mengharapkan sebuah respon. Karena sejak tadi kalimat - kalimat itu hanya terjadi di dalam pikiranku. Sementara semesta melihat, aku hanya diam menatap laki - laki di depanku. Laki - laki yang sembilan tahun menjadi topik berpikirku.

?Apa kabarmu?? Dia mulai membuka pembicaraan. Pembicaraan yang nyata maksudku. Bukan dialog - dialog imajiner seperti yang selalu kulakukan.

Tak pernah benar - benar baik, sejak terakhir kali kita bertemu.

?Gimana kabar anak - anakmu?? Membalas pertanyaannya dengan pertanyaan.?

?Mereka baik dan tumbuh dengan sehat.? Jawabmu tersenyum. Ah, lama sekali aku tak melihatmu melakukannya.

?Kalau?? Tenggorokanku tercekat.??Raya? Baik???

?Raya baik.? Jawabnya tersenyum lagi. Sepertinya memang hanya aku yang tak pernah baik.

?Berita tentangmu selalu saja menjadi trending topik. Aku tak sangka perempuan paling berpengaruh di negeri ini, adalah teman baikku.? Ia mengatakannya persis seperti seorang anak yang polos.?

Aku tertawa, menertawakan diriku. Semua itu berkat laki - laki itu juga. Berkat dia aku jadi perempuan bertangan dingin, yang sayangnya juga berhati dingin. Aku sudah tak mampu lagi merasakan perasaan - perasaan. Perasaanku hilang, bersamaan dengan hari dimana terakhir kali kita bertemu. Andai saja kita tak pernah bertemu, mungkin aku akan jadi orang yang begitu berbeda.

Sembilan tahun, bukan waktu yang sebanding dengan cerita yang biasa - biasa saja. Bertemu dengannya saat ini, Aku sedang melakukan sebuah penebusan.

?Jadi ini filmmu yang keberapa?? Tanyanya.

?Sembilan belas.? Sekaligus yang terakhir.?

?Lalu apa yang bisa kubantu??

Membantuku mengingat kembali perasaan yang paling menyakitkan.

?

(bersambung)

?

  • view 125