Pengakuan Bagian dari Unsur Kehidupan

Ali Nur  Alizen
Karya Ali Nur  Alizen Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Oktober 2016
Pengakuan Bagian dari Unsur Kehidupan

Sebagai manusia, titik awal yg paling sakral adalah pengakuan. Pengakuan adalah dimana hidup, perlu diterima dengan apa adanya oleh lingkungan, golongan, jabatan atau instansi sosial yg lain. Pengakuan berarti manusia tidak hidup dalam kesendirian -- menyatakan hidup, begitu berharga dan perlu dihargai oleh sesama dalam panggung kehidupan.

Semisal saja masih ada kasta dalam realitas sosial, dari Paria hingga brahmana -- yg ada dalam Hindu, bukanlah tahta yg mereka harapkan, melainkan pengakuan. Saat pengakuan itu hilang, tidak atau belum diberikan dari satu lini lingkungan sosial, kehidupan begitu tersembunyi dan sunyi. Hidup tanpa pengakuan hanyalah serupa sampah yg terhampar begitu saja di jalanan.

Dan kalian yg pernah berkenalan, itu adalah wujud, dimana transaksi pengakuan berproses. Bahwa kita mulai dianggap ada, diakui dan diterima dari suatu lingkungan sosial yg ada. Baik itu teman, sahabat, pacar, mantan, murid, guru atau setiap lini kehidupan lain.

Sebesar apapun kita bermilik kemampuan, keahlian, jabatan, atau kekayaan, kemudian tidak diakui, kita bukanlah siapa-siapa. Apa yg kita miliki bukanlah apa-apa. Dan hidup tidaklah berarti sama sekali.

Begitupun dengan pengakuan negara. Kemerdekaan Indonesia tidak akan berarti tanpa pengakuan negara lain. Haji Agus Salim adalah satu dari pejuang revolusi yg ada di gerbang diplomasi untuk pengakuan Indonesia sebagai negara merdeka.

Dalam konsep kenegaraan sekalipun, pengakuan dari negara lain adalah satu syarat berdirinya sebuah negara yg berdaulat -- disamping adanya wilayah, rakyat dan kepemerintahan. Begitu amat penting sebuah pengakuan untuk keberadaan dan eksistensi dalam sebuah kehidupan.

Bagi saya, pengakuan, dalam hidup, bukanlah sebuah kepentingan. Pengakuan adalah unsur dari kehidupan itu sendiri.

Akuilah hidup sebagai manusia. Menerima hidup dengan lapang dada. Membuka diri dan hati untuk saling mengakui, mengenal, kemudian menerima, dan saling menghargai sesama.

----

Catatan ini muncul dari banyak ucapan dan jabat tangan kawan di waktu saya mengulang hari kelahiran. Terimakasih untuk kalian semua, terimakasih sudah mau mengakui diri ini bagian dari lingkungan kalian yg begitu menggembirakan.

  • view 174