Merdeka seperti apa yang kita rayakan, Indonesia?

Ali Nur  Alizen
Karya Ali Nur  Alizen Kategori Renungan
dipublikasikan 17 Agustus 2016
Merdeka seperti apa yang kita rayakan, Indonesia?

Indonesia bergemuruh hebat hari ini. Tidak memandang status dan lingkar pembatas, semua merayakan hari jadi Republik. Mengikuti upacara bendera, merias jalan dan gang, membuat ragam perlombaan, dan mengadakan syukuran kemerdekaan.

Banyak variasi dan bentuk. Begitupula Harapan dan kekecewaan. Sebagaimana teriakan yg sulit dibedakan, mana kebahagiaan dan umpatan.

Sebagian Indonesia, mereka tidak puas. Indonesia tidak jauh berbeda dengan 71 tahun silam, meski padahal, mereka tidak benar-benar hidup dan tahu kondisi Indonesia sebelum merdeka.

Beberapa dari mereka masih tetap ikut merayakan dan menaruh harapan. Separuh lagi ada yang teguh memegang idealismenya. Tak mau hadir pada upacara, atau tidak riuh mengikuti kemeriahan hari merdeka.

Mereka berfikir hari ini sama saja dengan hari biasa. Sebagaimana yang mereka yakini, Indonesia masih terjajah dan rakyat terus menerus menjadi korban tirani pemerintah. Pada pagi hari mereka tak akan sibuk seperti yang lain. Mereka memilih tetap berbaring diatas alas seadanya. Saat satu dari mereka terbangun dari mimpinya yg manis, mereka hanya akan berseru padanya, "Lanjutkan saja tidurmu, bung! Merdeka hanya ada dalam mimpi!".

Sementara itu disisi lain, masih banyak manusia Indonesia yang bersuka cita menjemput hari merdeka. Bagaimanapun Indonesia tetaplah Indonesia. Bagi mereka, Indonesia adalah tumpah darah dan tanah air yg patut dibela. Menjadi Indonesia bukanlah pilihan, melainkan takdir untuk disyukuri.

Seberapapun mereka mengerti para pejabat berebut kue jabatan. Sebesar apapun mereka tahu wakil rakyat berkorupsi. Sesadis apapun hukum terus dibeli. Mereka tetap melihat ke atas, menaruh harap dengan pasti, dan yakin, perlahan Indonesia akan kukuh berdiri tanpa tirani. Semalam apapun mereka begadang menyiapkan hari proklamasi, mereka akan bangun untuk upacara. Mengingatkan satu sama lain untuk bangun lebih pagi, "Bangun, bung! Merdeka tidak terjadi di tempat tidur!"

Jadi, merdeka seperti apa yang kita rayakan, Indonesia?
--------------------------------------------------

Selamat bertambah usia tanah airku, bumi kelahiranku, bangsa kebanggaanku.

Kau tidak salah, Indonesia. Kau adalah simbol persatuan keragaman. Kau serupa mahkota bagi segala kekayaan di dalamnya. Hanya saja, kau selalu dimanfaatkan kepentingan golongan.

  • view 205