Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 4 Juli 2018   17:17 WIB
Masih adakah "Tuhan" lain di hatimu?

sumber foto: www.nihaoindo.com

Jika saat ini hatimu hancur dikarenakan dikhianati seseorang, maka BERSYUKURLAH!
Jika saat ini hatimu hancur dikarenakan pundi-pundi uang yang susah payah kau kumpulkan hilang dicuri orang, maka BERSYUKURLAH!
Jika saat ini hatimu hancur dikarenakan anak-anak kebanggaanmu telah lebih dulu berpulang, maka BERSYUKURLAH!
Jika saat ini hatimu hancur dikarenakan jabatan yang kau agungkan dilepas atasan, maka BERSYUKURLAH!

Kita mungkin tidak menyadari bahwa bisa saja semua yang kita cintai itu adalah ujian atau mungkin saja musibah. Apa pun itu, kita sebaiknya menyediakan ruang untuk mensyukurinya. 

Hal ini memang terasa aneh. Kenapa juga musibah harus disyukuri? Eits... Tunggu dulu. Sadarkah kita? 

Bahwa disaat kita sudah mencapai titik kesyukuran disanalah Hikmah akan didapatkan.

Seseorang yang kita cintai, harta, anak-anak, dan jabatan merupakan jelmaan Tuhan yang tanpa sadar kita hadirkan di hati kita dengan mencintainya secara berlebihan. padahal kita semua tahu bahwa Allah itu satu. Tunggal. Selaras dengan firmannya dalam QS. al-Ikhlas: 1.

"Katakanlah Dialah Tuhan yang Maha Esa."

Dan lagi pula bukankah hati seharusnya tidak dipakai untuk menyimpan hal-hal semacam itu? Bukankah hati adalah tempat dimana seharusnya Allah berada?

Disaat hati kita justru menyimpan kenikmatan duniawi. Lantas dimanakah Allah kita letakkan? Bukankah jika kita melakukannya sama saja dengan kita telah menduakan-Nya?

Disaat Allah kita duakan tanpa sadar kita pun akan diperingatkan dengan cara-Nya. Cara yang bisa saja menurut pandangan kita sebagai manusia merupakan cara yang buruk, tapi justru itulah cara terbaik menurut-Nya.

Lalu adakah cara lain menghadapi peringatan-Nya selain dengan Ikhlas, syukur dan sabar? Maka dari itu,

IKHLASLAH!Maka kamu akan mencapai kesyukuran.
BERSYUKURLAH! Maka hikmah akan didapatkan.
Saat hikmah didapat, maka jiwa akan semakin kuat.
Saat jiwamu kuat, maka kamu termasuk orang yang bersabar.

Dan ingatlah!

Bahwa seseorang akan diuji dengan apa yang dicintainya hingga tersisa hanya Allah di hatinya.

 

Karya : Alistha Supardi